Sungai Takuam Keruh, Warga Batuah Duga Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Hulu

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Barito Timur – Warga Desa Batuah, Kabupaten Barito Timur, mengeluhkan kondisi Sungai Takuam yang berubah keruh dan berlumpur dalam sebulan terakhir. Perubahan ini diduga dipicu oleh aktivitas tambang emas ilegal di bagian hulu sungai.

Seorang warga berinisial YA mengungkapkan, kondisi air sungai kini tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi maupun konsumsi.

“Sudah satu bulan ini airnya jadi tidak enak untuk mandi dan tidak bisa dikonsumsi. Padahal biasanya Sungai Takuam ini digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar YA, Rabu (22/4/2026).

Sungai Takuam diketahui mengalir melintasi sejumlah desa di dua kecamatan sebelum bermuara ke Sungai Awang. Desa-desa yang dilintasi antara lain Batuah, Lenggang, Puri, hingga Lebo. Keruhnya air sungai berdampak langsung terhadap aktivitas warga yang selama ini bergantung pada aliran sungai sebagai sumber air bersih.

Baca Juga :  Fraksi Golkar Minta Pemkab Bartim Perkuat PAD di Tengah Keterbatasan Fiskal

YA menyebut, dugaan aktivitas tambang emas ilegal di hulu sungai dilakukan tanpa izin, baik secara manual maupun menggunakan mesin. Ia juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum tertentu yang dinilai memperumit penyelesaian persoalan tersebut.

“Di hulu Sungai Takuam itu ditambang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tanpa izin, menggunakan alat Dongpeng ZET dan juga manual. Kami menduga ada keterkaitan dengan oknum aparat pemerintah, terutama kepala desa dan aparat penegak hukum. Ini yang membuat masyarakat kecil kesulitan, karena sungai yang dulu jernih sekarang jadi berlumpur,” paparnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menindaklanjuti dugaan tersebut, sekaligus memberikan solusi bagi masyarakat terdampak.

“Harapan kami sebagai pengguna Sungai Takuam ada solusi, misalnya bantuan sumur bor bagi warga yang terdampak,” tambahnya.

Baca Juga :  Fraksi Perindo Soroti Ketergantungan Dana Pusat, Dorong Bartim Perkuat Kemandirian Ekonomi

Sementara itu, Kepala Desa Puri, Tiyanto, membenarkan kondisi air Sungai Takuam yang keruh. Namun, ia belum dapat memastikan penyebab perubahan kualitas air tersebut.

“Ya, kalau musim hujan air Takuam memang seperti ini juga. Kami belum tahu kalau ada kegiatan tambang emas ilegal,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Lebo, Sri Bonoadi, yang juga mengakui kondisi air sungai di wilayahnya dalam keadaan keruh meskipun tidak sedang turun hujan.

“Ini kondisi air Sungai Takuam di Lebo saat tidak hujan,” katanya sambil memperlihatkan dokumentasi foto air sungai yang tampak keruh.

Warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah dan aparat terkait untuk memastikan penyebab pencemaran serta mengembalikan kualitas air Sungai Takuam seperti semula. (Ahmad Fahrizali/Tim)

Berita Terkait

Disbun Kalteng Sosialisasikan Pendataan Sawit Rakyat di Barito Timur
Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan
Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober
Pemkab dan DPRD Bartim Teken Berita Acara Persetujuan Dua Raperda, Pariwisata dan Hak Disabilitas Jadi Perhatian
Disambut Tari Balian Dadas, Kakanwil Kemenag Kalteng Tanam Pohon Matoa di MAN Bartim
Pemkab Bartim Jawab Pandangan Enam Fraksi DPRD atas RAPBD 2027
Fraksi PKB DPRD Barito Timur Soroti Kemandirian Fiskal dan Efisiensi Belanja dalam RAPBD 2027
Kakanwil Kemenag Kalteng Kunjungi Bartim, Berikan Pembinaan kepada Jajaran Kemenag
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Pemkab dan DPRD Bartim Teken Berita Acara Persetujuan Dua Raperda, Pariwisata dan Hak Disabilitas Jadi Perhatian

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Disambut Tari Balian Dadas, Kakanwil Kemenag Kalteng Tanam Pohon Matoa di MAN Bartim

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Pemkab Bartim Jawab Pandangan Enam Fraksi DPRD atas RAPBD 2027

Berita Terbaru