Fraksi PKB DPRD Barito Timur Soroti Kemandirian Fiskal dan Efisiensi Belanja dalam RAPBD 2027

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, TAMIANG LAYANG – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Timur menyampaikan Pemandangan Umum terhadap Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Pemandangan umum tersebut dibacakan oleh juru bicara Fraksi PKB, Rafi Hidayatullah, S.H., dalam Lanjutan Rapat Paripurna III Masa Sidang I Tahun Sidang 2026 yang digelar di Gedung DPRD Barito Timur, Senin (12/10/2026).

Dalam pemaparannya, Fraksi PKB mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Timur dalam merancang pembangunan daerah secara terencana, transparan, dan akuntabel. Namun, PKB memberikan sejumlah catatan penting terkait Rancangan APBD TA 2027 yang diproyeksikan mencapai total anggaran sebesar Rp869.218.808.466,07.

Ketergantungan Fiskal dan Potensi PAD

Dari total pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp848.018.349.723,00, Fraksi PKB mencermati masih tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat dan provinsi. PKB mendorong agar kemandirian fiskal tidak sekadar menjadi target di atas kertas, melainkan diwujudkan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi yang sehat tanpa membebani masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Bartim Jawab Pandangan Fraksi, Kemandirian Fiskal hingga Karhutla Jadi Sorotan

Juru bicara Fraksi PKB, Rafi Hidayatullah, S.H., mempertanyakan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum teroptimalisasi. Pihaknya menyoroti pemanfaatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) serta kejelasan status operasional Pelabuhan Telang Baru dan optimalisasi jalan umum menuju pelabuhan yang berpotensi dikerjasamakan dengan daerah.

Evaluasi Belanja Pegawai dan Pelayanan Publik

Mengenai Sektor Belanja Daerah yang direncanakan sebesar Rp869.218.808.466,07, Fraksi PKB menyoroti porsi belanja pegawai yang mencapai 54% dari total belanja. Angka tersebut dinilai masih melebihi batas ideal sebesar 30%.

“Tentu kita tidak ingin APBD habis hanya untuk membiayai kebutuhan internal birokrasi, sementara ruang belanja untuk pembangunan masyarakat semakin menipis,” tegas Rafi Hidayatullah. Fraksi PKB pun meminta rincian alokasi belanja yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan publik, penanggulangan kemiskinan, penanganan karhutla, bantuan pendidikan, serta bantuan sosial.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Kalteng Sambangi Bartim, PAD dan Bendungan Karau Jadi Sorotan

Prioritas Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan

Selain belanja operasional, Fraksi PKB meminta penjelasan rinci mengenai penanganan infrastruktur jalan, jembatan, dan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan. PKB mendesak pemerintah daerah menyampaikan indikator prioritas penanganan dan daftar lokasi yang ditargetkan tuntas pada TA 2027.

Di bidang pelayanan dasar, Fraksi PKB menekankan pentingnya rehabilitasi gedung SD dan SMP yang kurang layak, serta penanganan masalah kesehatan mendasar seperti prevalensi stunting, Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB), dan cakupan Universal Health Coverage (UHC).

Penutupan Defisit Anggaran

Adapun defisit anggaran sebesar Rp21.200.458.743,08 direncanakan ditutup melalui Pembiayaan Netto yang bersumber dari perkiraan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) TA 2026. Fraksi PKB meminta kejelasan mengenai komposisi SiLPA tersebut—baik dari pelampauan target pendapatan, efisiensi belanja tender, maupun sisa belanja pegawai/kegiatan—serta kepastian program prioritas yang akan didanai oleh SiLPA tersebut. (Ahmad Fahrizali)

Berita Terkait

Kakanwil Kemenag Kalteng Kunjungi Bartim, Berikan Pembinaan kepada Jajaran Kemenag
Fraksi Perindo Soroti Ketergantungan Dana Pusat, Dorong Bartim Perkuat Kemandirian Ekonomi
Fraksi Gerindra Soroti PAD hingga Penanganan Karhutla Raperda APBD 2027
PSRD Soroti RAPBD Bartim 2027, Ketergantungan Transfer dan Optimalisasi PAD Disinggung
Golkar Bartim Soroti Belanja Pegawai, Infrastruktur Jalan dan Air Bersih Jadi Perhatian
Enam Fraksi DPRD Bartim Setujui Raperda APBD 2027, Sampaikan Catatan dan Masukan
Bupati Bartim Apresiasi Adaro dan Mitra, 70 Warga Jadi Target Operasi Katarak Gratis
Pemkab Bartim Beri Masukan Strategis untuk Penyusunan Jakstrada Air Minum Kalteng
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Fraksi PKB DPRD Barito Timur Soroti Kemandirian Fiskal dan Efisiensi Belanja dalam RAPBD 2027

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Kakanwil Kemenag Kalteng Kunjungi Bartim, Berikan Pembinaan kepada Jajaran Kemenag

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Fraksi Perindo Soroti Ketergantungan Dana Pusat, Dorong Bartim Perkuat Kemandirian Ekonomi

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Fraksi Gerindra Soroti PAD hingga Penanganan Karhutla Raperda APBD 2027

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:46 WIB

PSRD Soroti RAPBD Bartim 2027, Ketergantungan Transfer dan Optimalisasi PAD Disinggung

Berita Terbaru