LPB HATAPA Selenggarakan Benchmark UMKM Perikanan dengan Sistem Bioflok

- Jurnalis

Selasa, 12 November 2024 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Banjarbaru – Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) HATAPA sukses melaksanakan program Benchmark UMKM Perikanan dengan fokus pada teknik pembesaran ikan nila berbasis sistem bioflok.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan pelaku UMKM perikanan dalam mengadopsi teknologi bioflok yang dikenal efisien dan ramah lingkungan.

Program ini diselenggarakan pada Senin, 11 November 2024, di Kelompok Perikanan Bataan Sukses Bersama, Banjarbaru, dan bertindak sebagai instruktur utama, Muhammad Arifin, SPi

Selain itu, peserta juga berkesempatan mengunjungi Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin untuk memperluas wawasan mereka terkait budidaya perikanan.

Peserta dan Tim Pelaksana Kegiatan ini diikuti oleh empat UMKM perikanan yang berasal dari Desa Bintang Ninggi II (3 orang) dan Desa Lemo II (1 orang). Tim LPB HATAPA yang turut mendampingi adalah Amirrullah sebagai koordinator dan Juwanda Adi Saputra sebagai fasilitator.

Baca Juga :  Anggota DPRD Ardianto Apresiasi Aktivasi IKD di Polres dan Kodim 1013 Muara Teweh

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh berbagai materi dan pengalaman praktis yang relevan, di antaranya:

Teknik Pembesaran Ikan Nila Sistem Bioflok Peserta belajar tentang instalasi, pengelolaan, dan pemeliharaan sistem bioflok untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas ikan nila.

Sistem ini menawarkan efisiensi dalam penggunaan pakan dan air, serta meminimalkan dampak lingkungan.

Manajemen Pakan
Frekuensi pemberian pakan disesuaikan dengan fase pertumbuhan ikan.

Jenis dan metode pemberian pakan difokuskan pada efisiensi untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas.

Kunjungan ke BPBAT Mandiangin Peserta mengamati langsung budidaya indukan ikan patin, pembesaran ikan nila dengan sistem bioflok, serta budidaya cacing sutra.

Baca Juga :  Perusda Batara Membangun Konsultasikan Rencana Pembangunan Masjid ke Kejari Barito Utara

Cacing sutra diperkenalkan sebagai pakan alami dengan nilai gizi tinggi yang dapat mendukung pertumbuhan ikan nila secara optimal.

“Hasil dan manfaat kegiatan melalui program ini, pelaku UMKM perikanan mendapatkan wawasan baru dalam budidaya ikan nila berbasis bioflok,” ujar Amirullah.

Selain itu, pengetahuan tentang manajemen pakan dan budidaya cacing sutra memberikan solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi biaya serta kualitas hasil budidaya.

LPB HATAPA berharap kegiatan ini dapat mendorong UMKM perikanan untuk mengadopsi teknologi inovatif dan meningkatkan daya saing mereka di pasar.

“Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan sektor perikanan yang ramah lingkungan,” pungkasnya.

(Red)

Berita Terkait

INI SUSUNAN 13 PEJABAT ADMINISTRATOR PEMKAB BARITO UTARA RESMI DILANTIK BUPATI 
Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!
Disbun Kalteng Sosialisasikan Pendataan Sawit Rakyat di Barito Timur
Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan
13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi
Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober
Dorong Pertumbuhan Investasi, Suhendra Apresiasi Bimtek Perizinan Berusaha di Barito Utara
Anggota DPRD Dukung Pendataan Aset Jalan yang Akurat di Barito Utara
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:28 WIB

INI SUSUNAN 13 PEJABAT ADMINISTRATOR PEMKAB BARITO UTARA RESMI DILANTIK BUPATI 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:59 WIB

13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober

Berita Terbaru