Kemenag Barito Timur Gelar FGD Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan Islam

- Jurnalis

Kamis, 24 Juli 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Barito Timur – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Timur mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Merawat Kebersamaan, Meneguhkan Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman.” Kegiatan berlangsung di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kemenag setempat pada Kamis, 24 Juli 2025.

FGD ini diikuti oleh berbagai unsur penting di wilayah Barito Timur, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Barito Timur, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Daerah Muhammadiyah Barito Timur, PD Aisyiyah, PC Muslimat NU Barito Timur, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Barito Timur, Penyuluh Agama Islam baik PNS maupun PPPK, serta perwakilan media massa.

Baca Juga :  Ketua Komisi I DPRD Barut Dukung Penguatan Kompetensi Guru melalui Digitalisasi Pembelajaran

Dalam paparannya, Kepala Kemenag Kabupaten Barito Timur, H. Ahmadi, yang diwakili oleh Kasubag Tata Usaha (TU) H. Maslan menyampaikan pentingnya sinergi antara seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan dan meredam potensi konflik sosial yang berakar dari perbedaan agama. “Kami berharap melalui diskusi ini, kita bisa memperkuat deteksi dini dan penanganan konflik sosial yang berdimensi keagamaan agar tetap tercipta keharmonisan di Barito Timur,” ujar H. Maslan.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam, H. Janawi, menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak dalam memahami pentingnya moderasi beragama sebagai langkah strategis menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah pluralitas masyarakat. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi informasi sekaligus membangun komitmen bersama dalam menangani isu-isu keagamaan yang berkembang di masyarakat,” jelas H. Janawi.

Baca Juga :  13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi

Diskusi dan sesi tanya jawab pun berjalan interaktif, dengan para peserta aktif membahas berbagai isu dan tantangan yang tengah dihadapi di lapangan. Sejumlah kasus yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial mendapat perhatian serius dari peserta FGD, guna mencari solusi terbaik secara bersama-sama.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret Kemenag Barito Timur dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, toleran, dan moderat dalam beragama.
(Ahmad Fahrizali)

Berita Terkait

INI SUSUNAN 13 PEJABAT ADMINISTRATOR PEMKAB BARITO UTARA RESMI DILANTIK BUPATI 
Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!
Disbun Kalteng Sosialisasikan Pendataan Sawit Rakyat di Barito Timur
Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan
13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi
Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober
Dorong Pertumbuhan Investasi, Suhendra Apresiasi Bimtek Perizinan Berusaha di Barito Utara
Anggota DPRD Dukung Pendataan Aset Jalan yang Akurat di Barito Utara
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:28 WIB

INI SUSUNAN 13 PEJABAT ADMINISTRATOR PEMKAB BARITO UTARA RESMI DILANTIK BUPATI 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:59 WIB

13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober

Berita Terbaru