Pemkab Barito Timur Dukung Penuh Pelaksanaan Ritual Adat Nahur Hajat  Peringati 23 Tahun Berdirinya Kabupaten

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Tamiang Layang – Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku, mewakili Bupati Barito Timur M. Yamin, menghadiri kegiatan Nahur Hajat (Ritual Adat Dayak) dalam rangka syukuran 23 tahun berdirinya Kabupaten Barito Timur, Kamis (12/11/2025).

Acara adat yang sarat makna ini digelar selama sembilan hari, sejak 7 hingga 16 November 2025, bertempat di Gang Sameh-Sameh, Tamiang Layang, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat adat Dayak di wilayah Barito Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Misnohartaku menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana serta para tokoh masyarakat yang telah menginisiasi dan menjaga kelestarian tradisi adat tersebut.

“Pemerintah daerah tentu saja berkewajiban mendukung dan memfasilitasi apapun keinginan masyarakat selama itu sifatnya positif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ke depan, pelaksanaan kegiatan adat seperti Nahur Hajat akan terus didukung oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora).

“Untuk tahun 2026 dan seterusnya, sudah kita sampaikan kepada Ketua Panitia, Damang, dan para tokoh adat agar kegiatan ini bisa dikoordinasikan dan dibahas bersama Disbudparpora sebagai dinas pemangku kegiatan. Pemerintah tentu akan mendukung penuh,” tegas Misnohartaku.

Baca Juga :  DPRD Bartim Bahas Kerja Sama Pengelolaan Pelabuhan Telang Baru, Targetkan Dongkrak PAD

Sementara itu, Ketua Panitia Nahur Hajat, T. Badowo, yang juga merupakan salah satu tokoh pejuang pemekaran Barito Timur, menyampaikan rasa syukur dan harapan agar daerah yang kini berusia 23 tahun ini semakin maju dan sejahtera.

“Kami berjuang agar Barito Timur bisa sejajar dengan kabupaten induk, bahkan lebih maju lagi,” harapnya dengan penuh haru.

Badowo kemudian mengenang kembali sejarah panjang perjuangan masyarakat Barito Timur saat memperjuangkan pemekaran dari Kabupaten Barito Selatan (Barsel) lebih dari dua dekade lalu.

“Dulu kami harus bolak-balik antara Jakarta, Tamiang Layang, dan Buntok untuk memenuhi berbagai persyaratan. Alhamdulillah, puji Tuhan, akhirnya perjuangan itu berbuah hasil, dan pada tahun 2002 Barito Timur resmi menjadi kabupaten definitif,” kenangnya.

Menurutnya, Nahur Hajat merupakan wujud syukur atas berdirinya Kabupaten Barito Timur yang sudah menjadi agenda adat tahunan sejak masa kepemimpinan Bupati pertama, H. Zain Alkim.

“Acara ini dulu rutin dilaksanakan setiap tahun, sempat terhenti beberapa waktu, dan kini kita laksanakan kembali pada tahun 2025. Kami berharap tradisi ini tetap dijaga dan dilaksanakan sembilan hari sembilan malam sebagaimana sumpah janji kami,” ungkap Badowo.

Baca Juga :  Tower BTS di Desa Sikui Terancam Longsor, Bupati Instruksikan Penanganan Darurat

Sementara itu, Damang Kepala Adat Paju X, Elitson, menegaskan bahwa Nahur Hajat bukan sekadar pesta rakyat, melainkan ritual adat yang sakral dan memiliki nilai spiritual tinggi.

“Nahur Hajat merupakan bentuk bayar nazar dan ungkapan syukur atas berdirinya Kabupaten Barito Timur yang kini genap berusia 23 tahun,” jelas Elitson.

Ia menambahkan, pelaksanaan Nahur Hajat yang telah memperoleh izin resmi dari lembaga adat akan diisi dengan berbagai ritual khas Dayak seperti belian, butur buyang sipak singki, hingga pemotongan hewan kurban sebagai simbol persembahan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Saya selaku Damang Adat Paju X telah mengeluarkan surat izin pelaksanaan Nahur Hajat selama sembilan hari penuh, mulai 7 sampai 16 November 2025,” pungkasnya.

Ritual adat Nahur Hajat tahun ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Barito Timur untuk merefleksikan kembali perjalanan panjang perjuangan daerah menuju kemandirian, sekaligus memperkuat persatuan dan identitas budaya Dayak di Gumi Jari Janang Kalalawah. (Ahmad Fahrizali)

Berita Terkait

Dua Lagi Terduga Pengedar Sabu Muara Teweh Ditangkap, Kali Ini di Jalan Nanas
Pemkab Barito Utara Komitmen Ciptakan Iklim Investasi yang Kondusif
Begini Progres Investasi dan Penyusunan Raperda Penanaman Modal Dipaparkan Kepala DPMPTSP Barito Utara
Lansia Hilang di Karusen Janang Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Sembilan Hari Pencarian
Patroli Malam, Satpol PP Barito Utara Amankan Remaja Konsumsi Miras dan Lem
BPP Paju Epat Kawal Tanam Susulan Padi CSR di Desa Siong 
POLRES BARITO UTARA RAIH PENGHARGAAN BERGENGSI DARI GUBERNUR KALTENG
Sekda Muhlis Pimpin Upacara Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng di Barito Utara
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:33 WIB

Dua Lagi Terduga Pengedar Sabu Muara Teweh Ditangkap, Kali Ini di Jalan Nanas

Senin, 25 Mei 2026 - 13:09 WIB

Pemkab Barito Utara Komitmen Ciptakan Iklim Investasi yang Kondusif

Senin, 25 Mei 2026 - 12:40 WIB

Begini Progres Investasi dan Penyusunan Raperda Penanaman Modal Dipaparkan Kepala DPMPTSP Barito Utara

Senin, 25 Mei 2026 - 06:02 WIB

Lansia Hilang di Karusen Janang Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Sembilan Hari Pencarian

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:14 WIB

Patroli Malam, Satpol PP Barito Utara Amankan Remaja Konsumsi Miras dan Lem

Berita Terbaru

BARITO UTARA

Pemkab Barito Utara Komitmen Ciptakan Iklim Investasi yang Kondusif

Senin, 25 Mei 2026 - 13:09 WIB