
JAKARTA BARAT — Kepulan asap dan kobaran api mendadak menghebohkan warga di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, Jumat malam (7/8/2026). Kebakaran terjadi di lahan kosong yang berada di Jalan Mangga Besar XII RT 04/RW 02, Kelurahan Tangki, Kecamatan Tamansari, sekitar pukul 23.50 WIB.
Situasi yang sempat membuat warga panik tersebut langsung mendapat respons cepat dari berbagai unsur. Babinsa Koramil 01/Taman Sari, Serka Rusnanto bersama petugas pemadam kebakaran dan unsur Tiga Pilar bergerak ke lokasi untuk membantu proses penanganan dan memastikan api tidak meluas ke lingkungan sekitar.
Peristiwa bermula ketika Stevi Noya dan Azwar Hanes melihat kepulan asap yang disertai suara ledakan dari arah lahan kosong. Tak lama kemudian, api muncul dan dengan cepat membesar, merambat ke pepohonan hingga mencapai area garasi milik warga.
Besarnya kobaran api bahkan menyebabkan satu unit mobil Toyota Alphard milik warga bernama Kelvin ikut terbakar. Warga sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena api semakin membesar, warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Sebanyak 80 personel Damkar dengan 16 unit mobil pemadam dari Sudin Gulkarmat Jakarta Barat dikerahkan ke lokasi di bawah pimpinan Sardi. Selain itu, turut terlibat dua personel BPBD, empat personel PLN Gunung Sahari, empat personel Polsek Taman Sari, serta dua personel Koramil 01/Taman Sari dipimpin Serka Rusnanto.

Berkat respons cepat dan kolaborasi lintas instansi tersebut, api berhasil dikendalikan. Proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Sekitar pukul 01.40 WIB, proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai. Situasi di lokasi kemudian berangsur aman dan kondusif.
Dari kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material berupa satu unit mobil Alphard.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran kabel yang dilakukan oleh pemulung di sekitar lahan kosong. Untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut dilakukan oleh Polsek Metro Taman Sari.
Danramil 01/Taman Sari Mayor Inf Manatap Rajagukguk, S.E., M.H., M.M., mengapresiasi kesigapan Babinsa bersama seluruh unsur terkait dalam merespons kejadian tersebut.
“Kejadian kebakaran seperti ini membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi. Babinsa harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengamankan situasi serta berkoordinasi dengan Damkar, Polri, BPBD, PLN dan unsur terkait lainnya agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas”, ucapnya.
Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya ketika menghadapi kondisi darurat.
“Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Kami juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran sampah maupun kabel secara sembarangan, karena dapat membahayakan lingkungan dan menimbulkan kerugian besar,” tegas Danramil.
Ia menambahkan, kehadiran Babinsa di lapangan bukan hanya dalam situasi keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi berbagai kondisi darurat.

Kejadian kebakaran di Mangga Besar tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan masyarakat dan respons cepat seluruh unsur sangat penting. Dengan komunikasi dan sinergi yang baik, potensi kebakaran dapat segera ditangani sehingga dampak yang lebih besar dapat dicegah.
Korban jiwa nihil, situasi aman dan kondusif.
(M.Solichin)









