BPP Paju Epat Hadir di Musrenbang Desa Siong, Serap Aspirasi Petani dan Perkuat Ketahanan Pangan

- Jurnalis

Selasa, 9 September 2025 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Barito Timur – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, turut ambil bagian dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Siong yang dilaksanakan pada Selasa, 9 September 2025. Kehadiran BPP ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui penyerapan aspirasi petani secara langsung.

Dalam forum tersebut, BPP Paju Epat menghadirkan penyuluh pertanian Elisa, staf BPP Udetman, serta penyuluh perikanan Pardiono. Mereka mendampingi kelompok tani dan masyarakat Desa Siong untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, tantangan, serta usulan program pembangunan, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.

Koordinator BPP Paju Epat, Lukmanul Chakim, menegaskan bahwa partisipasi BPP dalam Musrenbang tidak bersifat seremonial, melainkan sebagai bentuk komitmen dalam mendengar dan menerjemahkan suara petani ke dalam program-program nyata.

Baca Juga :  KNPI Cup 2026 Bartim Ditutup Penuh Makna, Tiga Agama Bersatu Berdoa untuk Keselamatan Kalteng

“Kami hadir untuk menyerap aspirasi kelompok tani sekaligus memastikan bahwa kebutuhan petani benar-benar menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan desa,” ujarnya.

Menurutnya, Desa Siong memiliki potensi besar dalam bidang pertanian dan perikanan. Dengan pendampingan teknis yang tepat dan dukungan program pembangunan yang sesuai, potensi ini dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Harapan kami, melalui Musrenbang ini akan lahir kebijakan yang berpihak pada petani dan nelayan, sehingga produksi pangan meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat,” tambah Lukmanul.

Kehadiran BPP Paju Epat disambut antusias oleh kelompok tani Desa Siong. Forum Musrenbang menjadi ruang dialog strategis bagi petani untuk menyampaikan kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan pupuk, sarana produksi, hingga akses terhadap teknologi pertanian modern.

Baca Juga :  Hingga 31 Agustus 2026, Realisasi Anggaran Disdik Barito Utara Capai Rp320,44 Miliar

Tak hanya pertanian, isu pengembangan sektor perikanan—baik tangkap maupun budidaya—juga menjadi sorotan dalam musyawarah tersebut. Harapannya, pengembangan sektor ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa ke depan.

Musrenbang Desa Siong merupakan bagian dari proses perencanaan pembangunan berjenjang. Hasil musyawarah akan dibawa ke tingkat kecamatan dan kabupaten untuk menjadi dasar penyusunan program pembangunan daerah.

Dengan pendampingan aktif dari BPP Paju Epat, diharapkan aspirasi petani Desa Siong dapat tersalurkan dan sejalan dengan agenda strategis nasional di bidang ketahanan pangan.

(Ahmad Fahrizali)

Berita Terkait

INI SUSUNAN 13 PEJABAT ADMINISTRATOR PEMKAB BARITO UTARA RESMI DILANTIK BUPATI 
Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!
Disbun Kalteng Sosialisasikan Pendataan Sawit Rakyat di Barito Timur
Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan
13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi
Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober
Dorong Pertumbuhan Investasi, Suhendra Apresiasi Bimtek Perizinan Berusaha di Barito Utara
Anggota DPRD Dukung Pendataan Aset Jalan yang Akurat di Barito Utara
Berita ini 26 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:28 WIB

INI SUSUNAN 13 PEJABAT ADMINISTRATOR PEMKAB BARITO UTARA RESMI DILANTIK BUPATI 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:59 WIB

13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober

Berita Terbaru