DPKP Barito Timur dan LPPM UPR Paparkan Rencana Cetak Sawah 400 Hektare

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Barito Timur – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Barito Timur bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar ekspos hasil Survei Investigasi dan Desain (SID) cetak sawah di Aula Kantor Camat Paju Epat, Senin (20/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri Kabid Pengembangan Sarana dan Prasarana DPKP Barito Timur, Tim LPPM UPR, Camat Paju Epat, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah Desa Maipe dan Siong, Koordinator BPP Paju Epat, tokoh adat, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta calon penerima manfaat program cetak sawah.

Kabid Pengembangan Sarana dan Prasarana DPKP Barito Timur, Inapriani, menjelaskan bahwa kegiatan ekspos bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat, khususnya petani dan pemerintah desa, mengenai rencana pelaksanaan program cetak sawah baru di dua desa tersebut.

“SID merupakan tahap awal sebelum pelaksanaan proyek fisik cetak sawah. Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat memahami setiap tahapan, mulai dari survei, investigasi, hingga desain teknis lahan,” ujarnya.

Hasil ekspos menetapkan bahwa rencana cetak sawah di Desa Maipe dibatalkan karena keterbatasan lahan yang hanya mencapai 10,24 hektare. Namun, rencana di Desa Siong tetap dilanjutkan dengan luas lahan mencapai 101,17 hektare.

Baca Juga :  Dugaan Pencemaran Sungai Sirau, Legalitas Tambang di Barito Timur Dipertanyakan

“Desa Maipe tidak jadi dilaksanakan karena luas lahannya cuma sekitar 10 hektare dan tidak sebanding dengan biaya mobilisasi alat berat yang cukup besar,” jelas Inapriani.

Meski satu lokasi dibatalkan, DPKP memastikan total luas lahan cetak sawah tahun 2025 tetap mencapai 400 hektare, mencakup Desa Harara, Desa Siong, dan Kelurahan Taniran.

Pelaksanaan SID sendiri mencakup sejumlah tahapan penting, seperti survei lapangan untuk melihat topografi, jenis tanah, dan sumber air, investigasi teknis meliputi pengukuran kemiringan lahan dan ketersediaan air irigasi, serta desain teknis berupa tata letak sawah, jaringan irigasi, dan saluran pembuangan.

“Pelaksanaan SID ini wajib dilakukan di lahan yang clean and clear, artinya tidak berada di wilayah HGU perkebunan maupun IUP pertambangan,” tegasnya.

Program SID cetak sawah dibiayai melalui APBD Kabupaten Barito Timur Tahun 2025. Setelah dokumen perencanaan selesai, DPKP akan menyampaikannya ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk diteruskan ke Kementerian Pertanian.

Baca Juga :  Anggota DPRD Sampaikan Keluhan Warga Lemo, PDAM Akui Kendala Teknis Distribusi Air

“Jika dokumen perencanaan ini sudah lengkap, kami akan usulkan ke provinsi agar diteruskan ke kementerian bahwa SID cetak sawah seluas 400 hektare telah siap untuk dilaksanakan,” tambah Inapriani.

Ia juga mengingatkan bahwa cetak sawah merupakan program strategis pemerintah untuk membuka dan mengubah lahan baru menjadi lahan pertanian produktif guna meningkatkan produksi padi dan memperluas areal tanam di wilayah yang masih memiliki potensi lahan tidur.

“Kami mohon bapak-ibu penerima cetak sawah agar serius mengolah lahan ini. Jangan sampai setelah dicetak, sawahnya ditinggalkan begitu saja. Bapak-ibu nanti akan menandatangani pernyataan di atas materai sebagai bentuk komitmen,” tegasnya.

Selain itu, lahan hasil cetak sawah dilarang dialihkan atau dijual kepada pihak lain. Pemerintah juga akan memantau hasil Luas Tambah Tanam (LTT) secara rutin melalui penyuluh pertanian.

“Sawah yang sudah dicetak wajib ditanami padi secara berkelanjutan. Hasil LTT akan dipantau dan dilaporkan setiap hari ke pusat,” pungkasnya.

(Ahmad Fahrizali)

Berita Terkait

Gandeng LPPL Batara FM, Kejari dan Bagian Hukum Setda Sosialisasikan Bijak Bermedsos serta Bahaya Jerat UU ITE
Dugaan Oknum Bekingi Tambang Emas Ilegal di Hulu Sungai Takuam Mencuat, Warga Soroti Aktivitas PETI Kembali Beroperasi
Rakor di Gedung KPK, Bupati Shalahuddin  Tegaskan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan
Restocking, DKPP Barito Utara Tebar 20 Ribu Benih Ikan di Tiga Lokasi Perairan
DPRD Barito Timur Soroti Dampak Tambang, Usulkan Perda Pascatambang
Wujud Kepedulian Polri, Polsek Awang Serahkan Bansos kepada Lansia
Coffee Morning Kajari Barito Utara Bersama Media di Muara Teweh
Raih Sejumlah Prestasi di Ajang FLS3N Barito Utara 2026, SMPN 1 Muara Teweh Siap Harumkan Nama Daerah di Tingkat Provinsi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:26 WIB

Gandeng LPPL Batara FM, Kejari dan Bagian Hukum Setda Sosialisasikan Bijak Bermedsos serta Bahaya Jerat UU ITE

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:57 WIB

Dugaan Oknum Bekingi Tambang Emas Ilegal di Hulu Sungai Takuam Mencuat, Warga Soroti Aktivitas PETI Kembali Beroperasi

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:02 WIB

Rakor di Gedung KPK, Bupati Shalahuddin  Tegaskan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:39 WIB

DPRD Barito Timur Soroti Dampak Tambang, Usulkan Perda Pascatambang

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:13 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Polsek Awang Serahkan Bansos kepada Lansia

Berita Terbaru