Festival Tunas Bahasa Ibu Barito Timur 2025, Wujud Cinta Generasi Muda pada Bahasa Daerah

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Tamiang Layang — Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Pendidikan menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Barito Timur di Komplek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tamiang Layang, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melestarikan bahasa dan sastra daerah, khususnya bahasa-bahasa lokal yang hidup di tengah masyarakat Barito Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Barito Timur H. Bunyamin, melalui Kepala Bidang SMP Lia Damayanti, menyampaikan bahwa FTBI bertujuan untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu mereka.

“Festival ini untuk melestarikan budaya maupun sastra dengan bahasa yang ada di Kabupaten Barito Timur. Untuk tahun 2025 ini, ada dua bahasa yang sudah direvitalisasi, yaitu Bahasa Dayak Ma’anyan pada tahun 2024 dan Bahasa Dayak Bakumpai pada tahun 2025,” jelas Lia.

Baca Juga :  Safari Jumat Bupati Barito Utara di Teweh Timur Dirangkai Kegiatan Pasar Murah

Ia menambahkan, karena kedua bahasa tersebut telah direvitalisasi, maka tahun ini kedua bahasa itu dilombakan dalam berbagai cabang kegiatan.

 

Enam Jenis Lomba FTBI
Terdapat enam jenis lomba yang digelar dalam FTBI Barito Timur tahun 2025, yakni:

Tumet Leut

Komedi Tunggal berbahasa Dayak Ma’anyan dan Dayak Bakumpai

Menulis Cerpen berbahasa Dayak Ma’anyan dan Dayak Bakumpai

Cipta Puisi berbahasa Dayak Ma’anyan dan Dayak Bakumpai

Pidato berbahasa Dayak Ma’anyan dan Dayak Bakumpai

Mendongeng berbahasa Dayak Ma’anyan dan Dayak Bakumpai

Dari enam jenis lomba tersebut, terbagi menjadi 22 kategori. Untuk bahasa Dayak Ma’anyan, terdapat enam cabang lomba yang dilombakan pada jenjang SD dan SMP, sehingga totalnya menjadi 12 kategori. Sedangkan untuk bahasa Dayak Bakumpai, ada lima cabang lomba yang diikuti dua jenjang pendidikan, menghasilkan 10 kategori.

Baca Juga :  Meski Soroti Penanganan Karhutla dan Optimalisasi BTT Rp10 Miliar, Fraksi PKB Terima Perubahan APBD 2026

“Juara pertama dari masing-masing kategori nantinya akan mewakili Kabupaten Barito Timur ke tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Estimasi pelaksanaannya antara 2–5 November mendatang, sambil menunggu undangan resmi dari provinsi. Sedangkan untuk tingkat nasional, kemungkinan akan digelar pada tahun 2026,” ungkap Lia.

Lia berharap melalui kegiatan ini, bahasa daerah di Barito Timur dapat terus lestari dan dikenal luas.

“Kami sangat berharap anak-anak kita di jenjang SD dan SMP bisa menguasai bahasa ibu mereka. Karena sekarang sering terjadi, walaupun orang tua mereka penutur asli Dayak Ma’anyan atau Dayak Bakumpai, anak-anaknya di rumah lebih sering menggunakan bahasa Banjar atau Bahasa Indonesia,” pungkasnya.

(Ahmad Fahrizali)

Berita Terkait

INI SUSUNAN 13 PEJABAT ADMINISTRATOR PEMKAB BARITO UTARA RESMI DILANTIK BUPATI 
Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!
Disbun Kalteng Sosialisasikan Pendataan Sawit Rakyat di Barito Timur
Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan
13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi
Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober
Dorong Pertumbuhan Investasi, Suhendra Apresiasi Bimtek Perizinan Berusaha di Barito Utara
Anggota DPRD Dukung Pendataan Aset Jalan yang Akurat di Barito Utara
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:28 WIB

INI SUSUNAN 13 PEJABAT ADMINISTRATOR PEMKAB BARITO UTARA RESMI DILANTIK BUPATI 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:59 WIB

13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober

Berita Terbaru