IKUTI RAKOR: Waket II DPRD Barito Utara, Henny Rosgiaty dan anggota DPRD lainnya saat mengikuti Rakor Penanganan Karhutla, Rabu (30/9).
TEWENEWS, Muara Teweh – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Henny Rosgiaty, mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.
Hal tersebut disampaikannya, Kamis (1/10/2026), menanggapi Rapat Evaluasi dan Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan yang dilaksanakan di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Barito Utara Lantai I, Rabu (30/9/2026).
Menurut Henny, rapat evaluasi tersebut penting untuk melihat perkembangan penanganan karhutla sekaligus menyusun langkah yang lebih terarah dalam menghadapi potensi kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Kita tentu berharap hasil evaluasi dan koordinasi ini dapat memperkuat langkah penanganan karhutla di lapangan. Semua pihak harus terus bersinergi agar kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas,” kata Henny Rosgiaty.
Ia mengatakan penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan petugas pemadam, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha serta masyarakat.
Henny menilai upaya pencegahan juga harus mendapat perhatian yang sama dengan pemadaman. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan dan pentingnya menjaga lingkungan perlu terus dilakukan, terutama di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.
“Pencegahan harus kita perkuat. Jangan sampai penanganan baru maksimal ketika api sudah membesar. Deteksi dini dan respons cepat sangat diperlukan,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta koordinasi antara perangkat daerah terkait terus diperkuat, terutama dalam pertukaran informasi mengenai titik panas, kondisi lapangan, kualitas udara dan perkembangan cuaca.
Menurutnya, informasi yang cepat dan akurat akan membantu petugas menentukan langkah penanganan secara tepat.
Henny juga menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Kabut asap yang ditimbulkan kebakaran dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
“Kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Jika kualitas udara memburuk, langkah perlindungan terhadap masyarakat harus segera dilakukan dan informasi mengenai kondisi udara juga harus disampaikan secara terbuka,” katanya.
Ia berharap perpanjangan status tanggap darurat karhutla dapat diikuti dengan langkah penanganan yang semakin terkoordinasi dan terukur.
“Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat dan lingkungan. Kita berharap seluruh upaya penanganan dan pencegahan dapat berjalan maksimal sampai kondisi benar-benar terkendali,” pungkasnya.(AP)









