TEWENEWS, MUARA TEWEH – Kabut tipis menyelimuti langit Muara Teweh di pagi hari. Bukan embun, tapi sinyal bahaya yang sudah sangat dikenal warga Barito Utara: kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.
Menanggapi ancaman musim kemarau ini, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Nety Herawati, S.E., angkat bicara tegas. Politisi dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu meminta semua pihak tidak menganggap remeh persoalan karhutla.
“Karhutla bukan sekadar masalah asap. Ini masalah kesehatan, ekonomi, dan masa depan anak-anak kita. Jangan tunggu langit kita jadi kuning pekat baru kita panik dan bertindak,” ujar Hj. Nety Herawati saat ditemui di Gedung DPRD Barito Utara, Selasa.
Sebagai Ketua Komisi I yang membidangi Hukum dan Pemerintahan, Hj. Nety menekankan ada tiga hal yang harus menjadi perhatian serius.
Pertama, pencegahan harus di hulu, bukan di hilir. Menurutnya, sosialisasi tidak boleh hanya formalitas di kantor, tapi harus turun langsung ke desa-desa, ke para petani, dan ke perusahaan perkebunan.
“Kita harus edukasi masyarakat cara membuka lahan tanpa bakar. Berikan solusi, berikan bantuan alat. Petani kita butuh dibina, bukan hanya ditakuti dengan hukum,” tegasnya.
Kedua, perusahaan wajib siaga, jangan hanya cari untung. Hj. Nety mengingatkan seluruh korporasi perkebunan dan kehutanan yang beroperasi di Barito Utara wajib memiliki sarana prasarana pengendalian karhutla yang lengkap dan regu siaga yang terlatih.
“Izin mereka beroperasi di tanah Barito Utara. Sudah sewajarnya mereka ikut menjaga langit Barito Utara tetap biru. Komisi I akan awasi ini,” tandasnya.
Ketiga, kekompakan adalah kunci. Ia mengapresiasi kerja BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, dan para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan. Namun, ia menilai tanpa kekompakan dari tingkat RT, Kades, Camat hingga Bupati, upaya itu akan sia-sia.
“Kalau satu desa kompak tidak membakar, maka satu kecamatan akan aman. Ini pekerjaan gotong royong. Mari kita jaga Barito Utara ini bersama,” ajaknya.
Di akhir wawancara, Hj. Nety Herawati menitipkan pesan khusus untuk seluruh masyarakat Barito Utara.
“Untuk warga Barito Utara tercinta, mari kita jaga paru-paru daerah kita. Satu puntung rokok yang dibuang sembarangan, satu api kecil di ladang, bisa menjadi bencana besar. Laporkan segera jika melihat titik api. Barito Utara yang sehat, Barito Utara yang bermartabat.”(ATR)









