FOTO : Dekan Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Dr. Rinto Alexandro, SE., MM. (tengah, baju biru) beserta jajaran berfoto dengan Fariz Wahyu Andika Putra (keempat dari kiri) Pengurus Yayasan Bina Harati PAMA dan calon Guru Muda, Ist
TEWENEWS, Palangka Raya – PAMA Group melalui Yayasan Bina Harati Pama (YBHP) bekerja sama dengan Universitas Palangka Raya (UPR) resmi melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), pengarahan, serta penerjunan mahasiswa Program Guru Muda (GM) Angkatan V Tahun 2026 pada Rabu, 4 Februari 2026.
Kegiatan berlangsung di Aula Percontohan FKIP UPR sebagai wujud sinergi dunia industri dan pendidikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di wilayah binaan.
Program Guru Muda merupakan inisiatif sosial YBHP yang bertujuan menghadirkan dukungan nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Barito Utara.
Melalui program ini, mahasiswa terbaik UPR dilibatkan sebagai agent of change untuk mengajar, mengembangkan literasi dan numerasi, mendukung KPI sekolah, serta melakukan monitoring dan evaluasi program.
Memasuki angkatan kelima, sebanyak 40 mahasiswa mendaftar, 20 mengikuti seleksi wawancara, dan 15 mahasiswa terbaik terpilih sebagai Guru Muda.
Mereka berasal dari Program Studi Pendidikan PPKn (10 orang), Pendidikan Ekonomi (3 orang), Pendidikan Guru PAUD (1 orang), serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (1 orang).
Penugasan berlangsung pada periode Februari hingga Juni 2026 di 14 sekolah binaan.
Sebelum diterjunkan, seluruh peserta mengikuti pembekalan intensif selama tiga hari di area YBHP untuk memperkuat kesiapan teknis, adaptasi lapangan, dan pengembangan diri.
Kepala Seksi Pendidikan YBHP, Fariz Wahyu Andika Putra, menyampaikan, Yayasan Bina Harati Pama hadir sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
“Program Guru Muda adalah kegiatan yang mulia, karena selain membantu sekolah binaan, kegiatan ini juga meningkatkan kompetensi dan keterampilan para Guru Muda itu sendiri,” ungkapnya.
Dari 40 pendaftar, terpilih 15 Guru Muda terbaik. Sebelum penyebaran ke lokasi, seluruh peserta akan mengikuti pembekalan selama tiga hari di area YBHP.
Dekan FKIP UPR, Dr. Rinto Alexandro, SE., MM, mengatakan, bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada YBHP. Kerja sama ini telah berjalan beberapa tahun dan memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa.
“Segera lakukan adaptasi di lokasi penugasan, patuhi norma dan aturan setempat, serta siapkan diri menghadapi keterbatasan fasilitas seperti Listrik dan sinyal.” terangnya.
Melalui kolaborasi ini, PAMA Group dan YBHP berharap Program Guru Muda dapat terus melahirkan generasi pendidik muda yang adaptif, tangguh, dan berdampak bagi kemajuan pendidikan di Kalimantan Tengah. (Red)








