TIAP HUJAN TURUN, DEPÀN APMS dan GEREJA MUARA TEWEH BANJIR, DINAS TERKAIT BUNGKAM TANPA SOLUSI

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

TEWENEWS, MUARA TEWEH  – Warga di Jalan depan APMS dan Gereja Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, kembali dirundung banjir. Setiap kali hujan turun selama tiga minggu terakhir, genangan air langsung masuk ke halaman rumah dan mengancam masuk ke dalam rumah warga.

Kondisi ini muncul setelah adanya kegiatan penimbunan jalan di lokasi tersebut. Ironisnya, keluhan warga yang disampaikan ke Dinas Terkait di Pemkab Barut hingga kini belum mendapat solusi konkret.

“Setiap hujan sudah 3 minggu ini setelah penimbunan jalan depan APMS dan depan gereja selalu banjir bahkan sampai masuk halaman dan dikhawatirkan masuk rumah,” ujar Hj. Nety Herawati, Anggota DPRD Barito Utara dari Partai Nasdem, melalui pesan WhatsApp kepada redaksi TEWENEWS, Jumat (12/6/2026).

Pernyataan anggota DPRD ini menjadi kritik keras bagi Pemkab Barito Utara. Bagaimana mungkin proyek penimbunan jalan yang mestinya memperlancar akses justru menciptakan bencana banjir baru. Dan lebih ironis lagi, dinas terkait memilih bungkam saat rakyat bertanya.

Baca Juga :  Pemkab Barito Utara Pelajari Model Tata Kelola Pemerintahan Berprestasi di DIY

Terpisah Ketua Pewarta Barut, Agustian Rajab, menegaskan pihaknya akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

“Kami wartawan Pewarta Barut bukan musuh Pemda. Tugas kami menyuarakan kebenaran. Kebenarannya: rakyat bayar pajak, tapi dapatnya banjir. Dinas terkait dapat gaji, tapi tidak ada solusi. Ini preseden buruk, sama seperti persoalan WPR/IPR yang 5 tahun tidak ada Perbupnya,” tegas Agustian Rajab.

Pewarta Barut mendesak Pemkab Barito Utara, khususnya dinas terkait, untuk segera turun ke lapangan dan memberikan solusi permanen, bukan tambal sulam.

Ada lima pertanyaan kepada Dianas terkait
Pertama, mana yang bertanggung jawab atas proyek penimbunan jalan depan APMS & Gereja? PUPR, DLH, atau lainnya?

Baca Juga :  Wujudkan Birokrasi Profesional, Pemkab Barito Utara Susun RPK-JMD

Kedua, Anggaran berapa miliar yang dihabiskan untuk penimbunan yang justru menimbulkan banjir ini?

Ketiga, Siapa konsultan perencana dan kontraktor pelaksana ? Apakah sudah sesuai analisis dampak lingkungan dan drainase?

Yang ke empat Solusi permanen apa yang akan dikerjakan dinas terkait? Kapan mulai dan kapan selesai? Jangan janji “akan dikaji” lagi.

Terakhir yang ke lima, Siapa yang akan bertanggung jawab jika banjir ini sampai merusak rumah warga? Apakah Pemda siap ganti rugi?

Pewarta Barut memberi waktu 2×24 jam kepada dinas terkait untuk memberikan jawaban resmi. Jika bungkam, maka kami akan naikkan kasus ini ke level provinsi dan pusat sebagai bukti “Pemkab Barut Gagal Urus Infrastruktur Dasar Rakyat”.(Toni Batur)

Berita Terkait

Perusda Batara Membangun Konsultasikan Rencana Pembangunan Masjid ke Kejari Barito Utara
Bupati Shalahuddin Hadiri Peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan
Bantuan Pangan Karhutla dari Pemprov Kalteng Diapresiasi Bupati Barito Utara
Wagub Edy Pratowo: Hadapi Kemarau dan Karhutla, Pemprov Kalteng dan Pemkab Harus Bersinergi
Bupati Shalahuddin Instruksikan Dinas PUPR Barut Siagakan Alat Berat di Teweh Selatan,  Antisipasi Karhutla Meluas
ASAP KARHUTLA PEKAT! JARAK PANDANG HANYA 50-100 METER, AKTIVITAS WARGA MUARA TEWEH TERGANGGU
Pemkab Barito Utara Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah
Disdagrin Barito Utara Gelar Pasar Penyeimbang LPG 3 Kg Harga Sesuai HET di Teweh Timur
Berita ini 212 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:54 WIB

Perusda Batara Membangun Konsultasikan Rencana Pembangunan Masjid ke Kejari Barito Utara

Senin, 21 September 2026 - 18:49 WIB

Bupati Shalahuddin Hadiri Peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan

Senin, 21 September 2026 - 14:49 WIB

Wagub Edy Pratowo: Hadapi Kemarau dan Karhutla, Pemprov Kalteng dan Pemkab Harus Bersinergi

Senin, 21 September 2026 - 10:37 WIB

Bupati Shalahuddin Instruksikan Dinas PUPR Barut Siagakan Alat Berat di Teweh Selatan,  Antisipasi Karhutla Meluas

Sabtu, 19 September 2026 - 17:04 WIB

ASAP KARHUTLA PEKAT! JARAK PANDANG HANYA 50-100 METER, AKTIVITAS WARGA MUARA TEWEH TERGANGGU

Berita Terbaru