TEWENEWS, Barito Utara – Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Hatapa, merupakan lembaga pengembangan UMKM yang dibentuk oleh PT Suprabari Mapanindo Mineral, PT Pamapersada Nusantara, dan Yayasan Dharma Bhakti Astra, kembali melaksanakan program peningkatan kapasitas bagi masyarakat melalui kegiatan Workshop Manajemen Usaha Ayam Petelur.
CSR Officer PT Pamapersada Nusantara Distrik SMMS, Esti Lestari mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan pada 5 November 2025 lalu di Aula Kantor Desa Lemo II, dan diikuti oleh 40 peserta yang merupakan penerima manfaat Program Swadaya Gizi Masyarakat (SGM).
Program SGM merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian pangan keluarga melalui pemberian bantuan 6 ekor ayam petelur kepada masyarakat terpilih.
“Agar bantuan tersebut memberikan manfaat maksimal, para penerima manfaat perlu dibekali dengan pengetahuan teknis mengenai cara merawat ayam petelur secara benar dan berkelanjutan,” tutur Esti, Selasa (18/11)
Menurutnya, Workshop ini menghadirkan Endan, S.ST. sebagai instruktur yang memberikan materi secara komprehensif mulai dari dasar-dasar usaha ternak ayam petelur hingga praktik penanganan kesehatan ayam.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya manajemen pakan, desain kandang yang baik, kebersihan lingkungan, serta faktor-faktor yang memengaruhi produksi telur.
“Peserta juga diajak berdiskusi mengenai kendala yang mereka hadapi selama memelihara ayam bantuan program. Pada sesi praktik, instruktur memberikan demonstrasi langsung mengenai teknik penyuntikan pada ayam sebagai langkah awal penanganan kesehatan,” ungkapnya.
Peserta diberi kesempatan mencoba secara langsung dengan pendampingan penuh, sehingga mereka benar-benar memahami teknik dasar tersebut.
Antusiasme peserta tampak tinggi, terutama karena praktik ini merupakan salah satu keterampilan penting dalam menjaga produktivitas ayam.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ayam peliharaan mereka, serta memiliki dasar pengetahuan yang cukup untuk mengembangkan usaha kecil berbasis peternakan di rumah.
“Workshop ini menjadi bagian dalam mendorong masyarakat untuk lebih mandiri, produktif, dan berdaya secara ekonomi,” tutupnya. (Red)









