
JAKARTA BARAT — Dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga dan memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat, Babinsa Koramil 03/Grogol Petamburan Pelda Kiki Andi Winata melakukan pemantauan langsung terhadap harga dan stok 9 bahan pokok (Sembako) di sejumlah pasar tradisional di wilayah Jakarta Barat pada Senin (22/06/2026).
Kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah, sekaligus memantau perkembangan situasi ekonomi riil di tengah masyarakat.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan oleh personel Babinsa pada Senin, 22 Juni 2026, berikut adalah rincian harga komoditas pangan utama per kilogram di wilayah Koramil 03/GP antara lain : Beras Medium | Rp 14.000,-, Gula Pasir | Rp 18.000,-. Minyak Goreng | Rp 20.000,- .Daging Sapi | Rp 160.000,- . Daging Ayam | Rp 45.000,- . Telur Ayam | Rp 29.000,- . Bawang Merah | Rp 45.800,- . Bawang Putih | Rp 40.500,- . Cabai Merah | Rp 65.000,- . Garam dapur | Rp 20.000,- dan Gas Elpiji 3 Kg | Rp 20.000,-.

Dari hasil pantauan tersebut, tim Babinsa melaporkan bahwa **tingkat ketersediaan bahan pangan secara umum berada pada status AMAN**. Seluruh komoditas penting di pasar masih mudah didapatkan oleh masyarakat, dan tidak ditemukan adanya kelangkaan barang maupun hal-hal menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar.
Menanggapi laporan harian ini, Danramil 03/Grogol Petamburan, Mayor Kav Tri Atmojo memberikan penegasan terkait komitmen satuannya dalam mengawal stabilitas harga pangan. “Secara keseluruhan, ketersediaan sembilan bahan pokok di wilayah Jakarta Barat, khususnya di wilayah teritorial Koramil 03/GP, hingga saat ini masih terpantau aman dan harga komoditas pangan masih relatif stabil. Kami akan terus menyiagakan personel Babinsa untuk melakukan monitoring berkala agar fluktuasi harga di pasar tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Mayor Kav Tri Atmojo.

Melalui pemantauan yang intensif ini, diharapkan kerja sama antara aparat teritorial, pedagang, dan instansi terkait dapat terus berjalan harmonis demi memastikan roda perekonomian masyarakat berjalan dengan kondusif.
(M.Solichin)









