SERAH TERIMA PESERTA TRAINING: Managemen BIS Group jobsite Unggul Nusantara menyerahkan 12 peserta training ke LPK Resky Mandiri Abadi di Kecamatan Teweh Baru untuk mengikuti pelatihan alat berat (Operator Exavator dan Dump Truck) selama 14 hari, pada Rabu 5 Agustus 2026.
TEWENEWS, Barito Utara – Pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama BARA INDAH SINERGI (BIS) Group dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Green Training Operator (GTO) yang resmi dibuka pada 23 Juli 2026 sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Program pelatihan operator alat berat ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten, berkarakter, serta memiliki pemahaman terhadap aspek keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan sesuai prinsip Good Mining Practice.
Pada angkatan pertama, GTO diikuti oleh 12 peserta yang berhasil lolos dari proses seleksi ketat yang meliputi tes kemampuan intelektual, psikotes, dan pemeriksaan kesehatan. Mereka dipilih dari total 24 pendaftar yang berasal dari tiga desa lingkar tambang, yakni Desa Lemo I, Desa Lemo II, dan Desa Kamawen.
Selama pelatihan, peserta akan memperoleh pembekalan teori keselamatan kerja dan lingkungan, praktik pengoperasian alat berat secara bertahap bersama instruktur profesional bersertifikat, hingga penguatan karakter melalui pelatihan disiplin, kepemimpinan, komunikasi, integritas, dan kerja sama tim.
KTT PT. Unggul Nusantara Taufiq Alathas mengatakan Pelatihan ini menjadi pintu dan bekal untuk persiapan bagi para pemuda desa lingkar tambang untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
“Pembinaan yang dilakukan memang keras, tetapi hal itu akan menjadi modal kemampuan yang dapat diimplementasikan di masa yang akan datang,” tegasnya, Rabu (5/8/2026).
Mewakili manajemen BIS Group Ia menjelaskan bahwa program Green Training Operator merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal yang berkualitas sekaligus mendukung operasional pertambangan yang aman dan berkelanjutan.
“Melalui Green Training Operator, kami tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan mengoperasikan alat berat, tetapi juga menanamkan budaya keselamatan kerja, kepedulian terhadap lingkungan, serta karakter profesional. Kami berharap para peserta nantinya menjadi tenaga kerja yang kompeten, berintegritas, dan mampu bersaing di dunia kerja, baik di sektor pertambangan maupun sektor lainnya,” ujar Taufiq.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan kompetensi menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai bersama (creating shared value) antara perusahaan dan masyarakat.
“Keberhasilan industri tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam membangun generasi muda yang unggul sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa depan,” tambahnya.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Lautan Hutan Lestari, Ragil Winahyu menambahkan, Program GTO menjadi salah satu pilar utama pelaksanaan CSR BIS Group yang mengintegrasikan pembelajaran teori, praktik lapangan, dan pembinaan karakter. Dengan pendekatan tersebut, lulusan program diharapkan tidak hanya siap bekerja di sektor pertambangan, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat diterapkan pada berbagai sektor industri.
“Ke depan, BIS Group berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah operasional perusahaan,” jelasnya.
Arindra Yogiswara selaku Trainer BIS Group jobsite Unggul Nusantara mengatakan bahwa kegiatan ini guna memberikan kesempatan kepada warga lokal dilingkar perusahaan agar memiliki kemampuan sebagai tenaga siap kerja.
“Saya sebagai pelatih atau trainer dari perusahaan, berharap, yang pertama adalah saya ingin memberikan kesempatan pribadi kepada warga lokal khususnya. Saya ingin membentuk mindset dan karakter mereka menjadi operator yang berkualitas. Dan harapan besar untuk manajemen adalah mereka ini nanti bisa memberikan kontribusi yang lebih baik untuk tercapainya produksi dan bisnis proses pertambangan kami. Dan secara pribadi saya ingin membuktikan bahwa kita masyarakat lokal sebenarnya mampu dan kompeten jika kita diberikan kesempatan untuk melakukan pelatihan,” ungkapnya usai menyerahkan para peserta training ke LPK Resky Mandiri Abadi yang terletak di KM 12 Jalan Muara Teweh- Banjarmasin, Kecamatan Teweh Baru, Rabu (5/8/2026).
Sementara, Kepala Desa Lemo 1 Nurifansyah sangat mengapresiasi dan menyambut baik pelaksanaan pelatihan yang dilaksanakan Bara Indah Sinergi Group.
“Terima kasih kepada managemen BIS group yang melaksanakan training bagi warga Lemo I, lemo II dan sekitarnya. Semoga kegiatan ini bisa berlanjut ditahun-tahun berikutnya sehingga lebih banyak warga lokal yang memiliki kesempatan untuk memperoleh keahlian dan dapat bersaing di dunia kerja,” ujar Nurifansyah. (AP)









