TEWENEWS, MUARA TEWEH – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Barito Utara. Jarak pandang dilaporkan hanya mencapai 50 sampai 100 meter, sehingga sangat mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.
Pantauan di lapangan, pekatnya asap membuat pengendara roda dua dan roda empat terpaksa menyalakan lampu utama di siang hari. Warga yang beraktivitas di luar ruangan juga banyak yang mengeluhkan sesak napas, mata perih, dan tenggorokan kering.
“Kami terpaksa melambatkan kendaraan, karena jarak pandang sangat pendek. Kalau tidak hati-hati bisa terjadi kecelakaan,” ujar salah seorang warga di Muara Teweh.
Kondisi ini juga berdampak pada aktivitas belajar-mengajar, pelayaran sungai, hingga penerbangan. Sebagian warga memilih untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan lebih banyak menggunakan masker saat bepergian.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui BPBD, Polres, dan instansi terkait terus melakukan upaya pemadaman dan menghimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada, menggunakan masker, menjaga kesehatan, dan segera melapor jika menemukan titik api di wilayah sekitar.(Roni Batur)
#KarhutlaBarut #KabarAsap #MuaraTewehBerasap #BPBDBaritoUtara #StopKarhutla









