PELATIHAN INTERVENSI KETAHANAN KELUARGA-BNNP bersama KesbangPol dan GOW Barito Utara melaksanakan pelatihan intervensi ketahanan keluarga terhadap penyalahgunaan narkoba di Aula DLH Barito Utara, Kamis (17/9/2026).
TEWENEWS, Muara Teweh – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan pelatihan intervensi ketahanan keluarga terhadap penyalahgunaan narkoba di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah Brigjen Pol Mada Roostanto SE MH dan jajaran.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi paparan, bahaya, serta dampak penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga. Pada tahap awal, BNN Provinsi Kalteng memperkenalkan model pelatihan tersebut di Kabupaten Barito Utara dengan sasaran terbatas sebanyak 10 keluarga. Peserta terdiri dari salah satu orang tua bersama anaknya yang berusia remaja dari Kelurahan Lanjas.
Dalam perkembangannya, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Barito Utara yang turut mengikutsertakan 15 keluarga sebagai peserta.
Ketua GOW Barito Utara, Ny. Mira Apriyantinada Felix S.Y. Tingan, mengatakan ketahanan keluarga menjadi salah satu aspek penting dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.
“Kalau model pelatihan ini memang sudah dikembangkan BNN dan memberikan penguatan kepada keluarga, tentu sangat baik apabila dapat diterapkan secara lebih luas di Barito Utara. Semakin banyak keluarga yang memiliki pengetahuan dan ketahanan, semakin kuat pula upaya kita melindungi anak-anak dari bahaya narkoba,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Mira mendorong agar pelatihan serupa tidak berhenti pada pelaksanaan perdana, tetapi dapat dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak keluarga dari berbagai wilayah di Kabupaten Barito Utara.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KesbangPol) Kabupaten Barito Utara, Rayadi, menyampaikan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, terutama keluarga.
“Persoalan narkoba tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Keluarga memiliki peran yang sangat penting karena menjadi lingkungan pertama dalam membentuk karakter dan memberikan pengawasan kepada anak,” kata Rayadi.
Menurutnya, penguatan komunikasi antara orang tua dan anak perlu terus dibangun agar keluarga mampu mengenali potensi masalah sejak dini serta mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Rayadi juga mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang melibatkan orang tua dan remaja secara langsung. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun lingkungan keluarga yang lebih tangguh terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.
Ia berharap sinergi antara BNN, pemerintah daerah, organisasi wanita, serta masyarakat dapat terus diperkuat sehingga program pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Barito Utara.(Atr)









