Anggota DPRD Barut, Ardianto Soroti Minimnya Peralatan Pemadaman Karhutla di Teweh Selatan

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Ardianto, menyoroti minimnya peralatan pemadaman dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Kecamatan Teweh Selatan dan Desa Bintang Ninggi II.

Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti rapat koordinasi (rakor) penanggulangan karhutla yang digelar di Aula Kecamatan Teweh Selatan, Selasa (15/9/2026). Rakor tersebut digelar menyikapi meningkatnya titik panas (hotspot) dan kabut asap yang terjadi sejak Agustus 2026.

Ardianto mengatakan, kondisi karhutla di wilayah Teweh Selatan telah berlangsung sekitar satu bulan. Kebakaran semakin sulit dikendalikan ketika angin kencang karena bara api dapat terbawa angin dan memunculkan titik api baru yang lokasinya cukup jauh dari sumber awal.

“Kalau kita mencari siapa yang membakar hari ini saya yakin sulit mencari pelaku. Api yang terjadi saat ini bisa menyebar berkilo-kilo, terutama karena letikan bara yang terbawa angin kencang,” ujar Ardianto dalam rakor tersebut.

Ia menceritakan, kondisi serupa bahkan terjadi di lahan miliknya. Meski telah dibuat sekat bakar dengan lebar lebih dari enam meter melalui bantuan perusahaan, api tetap dapat masuk ke area perkebunan.

Baca Juga :  Status Barito Utara Tanggap Darurat Hingga 2 Oktober 2026, H Shalahuddin Pimpin Rakor Penanganan Karhutla

“Lahan saya sudah disekat, lebarnya lebih dari enam meter. Tetapi saat angin kencang, api datang dari arah selatan. Tiba-tiba di tengah kebun saya sudah muncul api dan asap,” katanya.

Akibat kebakaran tersebut, sekitar empat hektare kebun miliknya ikut terbakar. Menurut Ardianto, kondisi ini menunjukkan bahwa tidak semua lahan yang terbakar dapat serta-merta dikaitkan dengan pembakaran oleh pemilik lahan.

Api dari lokasi lain, lanjutnya, dapat merambat atau terbawa angin menuju lahan yang memiliki material mudah terbakar sehingga memperluas area kebakaran.

Karena itu, Ardianto mendorong langkah pencegahan dilakukan sejak potensi kebakaran mulai terdeteksi. Ia mengaku telah menyampaikan masukan kepada Pemerintah Desa Bintang Ninggi II sejak bulan lalu agar melakukan pemetaan terhadap lahan masyarakat yang berpotensi terbakar.

“Sejak bulan lalu saya sudah menyampaikan kepada kepala desa agar segera mendeteksi lahan masyarakat yang siap terbakar di wilayah Bintang Ninggi II. Kalau tidak memiliki peralatan canggih, bisa bekerja sama dengan perusahaan, terutama menggunakan drone,” jelasnya.

Menurutnya, pemetaan menggunakan drone diperlukan mengingat luasnya hamparan lahan di wilayah Bintang Ninggi II. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, luasan lahan yang berpotensi terbakar dapat mencapai ratusan hingga sekitar seribu hektare apabila tidak segera dilakukan pencegahan.

Baca Juga :  Percepat Pembangunan Jembatan Lemo, Bupati Shalahuddin Tekankan Kualitas dan Keselamatan Kerja

Di sisi lain, Ardianto mengapresiasi keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Bintang Ninggi II yang selama ini aktif membantu menangani kebakaran. Namun, kemampuan tim di lapangan masih terkendala keterbatasan sarana dan prasarana.

“Teman-teman MPA selama ini tidak kurang-kurangnya menangani api. Tetapi peralatan mereka sangat minim, mulai dari selang, mesin pompa sampai kendaraan operasional,” ujarnya.

Ardianto menegaskan, persoalan utama penanganan karhutla saat ini bukan kekurangan personel, melainkan minimnya peralatan pendukung. “Kalau masalah tenaga, saya kira lebih dari cukup. Alatnya saja yang kurang. Alatnya minim,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan segera memperkuat sarana dan prasarana pemadaman, terutama bagi desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi.

“Kita harus kompak dan memperkuat peralatan. Bagaimana caranya hari ini kita bersama-sama memperkuat sarana pemadaman, khususnya di Teweh Selatan dan Bintang Ninggi II,” pungkasnya.   (AP)

Berita Terkait

Peringati Maulid Nabi, Kepala SMPN 1 Muara Teweh Ajak Siswa Teladani Akhlak Rasulullah
Dinas Pendidikan Barito Utara Dukung Sinergi Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah
Kadis Budparpora: Kuntau Cup III Jadi Momentum Perkuat Pelestarian Budaya di Barito Utara
GP Ansor dan IWO Barito Timur Kolaborasi Bagikan Masker untuk Jemaah Salat Jumat
Badan Kesbangpol Barito Utara Dorong Peran Masyarakat Jadi Relawan Anti Narkoba
Bupati Shalahuddin Pastikan Pembangunan Terus Berjalan saat Pantau Progres Pembangunan Jembatan Lemo
Kepsek SDN 1 Tamiang Layang Apresiasi Kepedulian Reni Sugiarti Bagikan Masker Kepada Pelajar
Peduli Kesehatan Pelajar, Reni Sugiarti Bagikan Masker ke Tiga SD di Dusun Timur
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Peringati Maulid Nabi, Kepala SMPN 1 Muara Teweh Ajak Siswa Teladani Akhlak Rasulullah

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Dinas Pendidikan Barito Utara Dukung Sinergi Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Kadis Budparpora: Kuntau Cup III Jadi Momentum Perkuat Pelestarian Budaya di Barito Utara

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:01 WIB

GP Ansor dan IWO Barito Timur Kolaborasi Bagikan Masker untuk Jemaah Salat Jumat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Shalahuddin Pastikan Pembangunan Terus Berjalan saat Pantau Progres Pembangunan Jembatan Lemo

Berita Terbaru