Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Harus Ditangani Serius

- Jurnalis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Mura Olivia Wiswanti

Anggota DPRD Mura Olivia Wiswanti

TEWENEWS, PURUK CAHU -Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak mendapat perhatian dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Murung Raya.

Anggota DPRD Mura Olivia Wiswanti menegaskan, bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ditangani secara serius dan memerlukan kerja sama yang baik dari semua pihak.

“Ketika terjadi kekerasan, penanganannya juga diperlukan kerja bersama dari semua pihak, yakni keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, lembaga masyarakat dan lembaga Pemerintah dengan kolaborasi, koordinasi dan aksi,” katanya, belum lama ini.

Baca Juga :  Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Barut Setujui Raperda RPJMD 2025–2029, Soroti Harmonisasi Tata Ruang

Sebab, kata dia, itu sebagai sebuah tim untuk dapat melindungi dan memberikan hak-hak korban dan saksi, serta penegakan hukum bagi pelaku.

Sebelumya, dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia penyedia layanan penanganan bagi perempuan korban kekerasan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUKKB) Mura menggelar pelatihan pencatatan dan pelaporan kasus korban kekerasan anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Selasa (8/10) lalu.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat mekanisme penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah kewenangan kabupaten/kota.

Baca Juga :  Bupati Shalahuddin Ajak Masyarakat Desa Bukit Sawit Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian

Plt Kepala DP3A DaldukKB Mura, Lynda Kristiane

Kegiatan ini diikuti oleh penyedia layanan dari berbagai instansi, serta perwakilan dari organisasi masyarakat yang fokus pada isu kekerasan terhadap perempuan dan anak beserta stakeholder terkait.

“Kita perlu memastikan bahwa setiap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani dilaporkan secara akurat dan sesuai standar, karena ini akan menjadi data penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif di masa depan,” tukasnya. (SU)

Berita Terkait

Kadisdik Barito Utara Tegaskan SPMB Tanpa Pungutan, TKA Bukan Penentu Kelulusan
Bupati Tegaskan Komitmen Transparansi SPMB 2026-2027
Sungai Takuam Keruh, Warga Batuah Duga Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Hulu
Bupati Shalahuddin Pimpin Langsung Rapat Teknis Rehab RSUD Muara Teweh
Bupati Shalahuddin: Disiplin Kunci Utama Tingkatkan Kualitas Pendidikan 
Hidupkan Semangat Kartini di Barito Utara, Ketua TP PKK Ajak Kaum Perempuan Terus Berkarya dan Berinovasi
TP PKK Barito Utara Gencarkan Upaya Penurunan Stunting di Momen Hari Kartini 2026
96 Koperasi Merah Putih di Barito Utara Siap Bertransformasi Digital
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 11:39 WIB

Kadisdik Barito Utara Tegaskan SPMB Tanpa Pungutan, TKA Bukan Penentu Kelulusan

Kamis, 23 April 2026 - 11:32 WIB

Bupati Tegaskan Komitmen Transparansi SPMB 2026-2027

Kamis, 23 April 2026 - 10:45 WIB

Sungai Takuam Keruh, Warga Batuah Duga Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Hulu

Kamis, 23 April 2026 - 07:19 WIB

Bupati Shalahuddin Pimpin Langsung Rapat Teknis Rehab RSUD Muara Teweh

Rabu, 22 April 2026 - 16:21 WIB

Bupati Shalahuddin: Disiplin Kunci Utama Tingkatkan Kualitas Pendidikan 

Berita Terbaru

BARITO UTARA

Bupati Tegaskan Komitmen Transparansi SPMB 2026-2027

Kamis, 23 Apr 2026 - 11:32 WIB