TEWENEWS, Barito Timur – Warga Desa Batuah, Kabupaten Barito Timur, mengeluhkan kondisi Sungai Takuam yang berubah keruh dan berlumpur dalam sebulan terakhir. Perubahan ini diduga dipicu oleh aktivitas tambang emas ilegal di bagian hulu sungai.
Seorang warga berinisial YA mengungkapkan, kondisi air sungai kini tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi maupun konsumsi.
“Sudah satu bulan ini airnya jadi tidak enak untuk mandi dan tidak bisa dikonsumsi. Padahal biasanya Sungai Takuam ini digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar YA, Rabu (22/4/2026).
Sungai Takuam diketahui mengalir melintasi sejumlah desa di dua kecamatan sebelum bermuara ke Sungai Awang. Desa-desa yang dilintasi antara lain Batuah, Lenggang, Puri, hingga Lebo. Keruhnya air sungai berdampak langsung terhadap aktivitas warga yang selama ini bergantung pada aliran sungai sebagai sumber air bersih.
YA menyebut, dugaan aktivitas tambang emas ilegal di hulu sungai dilakukan tanpa izin, baik secara manual maupun menggunakan mesin. Ia juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum tertentu yang dinilai memperumit penyelesaian persoalan tersebut.
“Di hulu Sungai Takuam itu ditambang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tanpa izin, menggunakan alat Dongpeng ZET dan juga manual. Kami menduga ada keterkaitan dengan oknum aparat pemerintah, terutama kepala desa dan aparat penegak hukum. Ini yang membuat masyarakat kecil kesulitan, karena sungai yang dulu jernih sekarang jadi berlumpur,” paparnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menindaklanjuti dugaan tersebut, sekaligus memberikan solusi bagi masyarakat terdampak.
“Harapan kami sebagai pengguna Sungai Takuam ada solusi, misalnya bantuan sumur bor bagi warga yang terdampak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Puri, Tiyanto, membenarkan kondisi air Sungai Takuam yang keruh. Namun, ia belum dapat memastikan penyebab perubahan kualitas air tersebut.
“Ya, kalau musim hujan air Takuam memang seperti ini juga. Kami belum tahu kalau ada kegiatan tambang emas ilegal,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Lebo, Sri Bonoadi, yang juga mengakui kondisi air sungai di wilayahnya dalam keadaan keruh meskipun tidak sedang turun hujan.
“Ini kondisi air Sungai Takuam di Lebo saat tidak hujan,” katanya sambil memperlihatkan dokumentasi foto air sungai yang tampak keruh.
Warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah dan aparat terkait untuk memastikan penyebab pencemaran serta mengembalikan kualitas air Sungai Takuam seperti semula. (Ahmad Fahrizali/Tim)









