Pertemuan Monev Program TBC 2025, Perkuat Strategi Eliminasi Tuberkulosis di Barito Utara

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PERTEMUAN MONEV-Dinas Kesehatan Barito Utara menyelenggarakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Tuberkulosis Tahun 2025 yang digelar selama dua hari, 6–7 September 2025, di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara.

TEWENEWS, Muara Teweh – Dalam rangka penguatan upaya penanggulangan dan eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC), Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara menyelenggarakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Tuberkulosis Tahun 2025 yang digelar selama dua hari, 6–7 September 2025, di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara.

Pertemuan ini dihadiri oleh para Kepala Bidang, Kepala Sub Bagian Kepegawaian, Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Informasi Kesehatan (PIH), serta perwakilan Puskesmas dan RSUD se-Kabupaten Barito Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Pariadi AR melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (PSDK), Yessi Aria Puspita, SKM, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia saat ini masih menjadi negara dengan kasus TBC terbanyak kedua di dunia.

Baca Juga :  PN Muara Teweh Tolak Gugatan Sengketa Lahan, Prianto Diminta Hentikan Aktivitas di Atas Lahan PT NPR

“Setiap jam, 14 orang meninggal akibat TBC di Indonesia. Ini adalah ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus memperkuat strategi dari tingkat fasilitas kesehatan hingga peran lintas sektor,” tegas Yessi.

Ia menambahkan, target nasional eliminasi TBC tahun 2025 mencakup 90 persen deteksi kasus, 100 persen inisiasi pengobatan, dan keberhasilan pengobatan di atas 80 persen. Untuk mencapainya, diperlukan sinergi antara faskes, masyarakat, dan komunitas.

“Komunitas memiliki peran besar dalam investigasi kontak, skrining kelompok berisiko, serta pendampingan dan monitoring pengobatan. Ini perlu kita dukung penuh,” ujarnya.

Di Kabupaten Barito Utara, tercatat sebanyak 227 kasus TBC yang ditemukan dan telah menjalani pengobatan pada tahun 2025. Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti belum optimalnya investigasi kontak, rendahnya cakupan Terapi Pencegahan TBC (TPT), serta keterlambatan dalam pencatatan dan pelaporan kasus.

Baca Juga :  Bupati Shalahuddin Pimpin Langsung Rapat Teknis Rehab RSUD Muara Teweh

“Masih ada gap antara temuan kasus dan jumlah pasien yang memulai pengobatan. Oleh karena itu, kegiatan monitoring dan evaluasi ini sangat penting untuk mengidentifikasi kendala dan mencari solusi yang tepat di tingkat Puskesmas maupun RSUD,” jelas Yessi.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait terapi pencegahan. Banyak individu yang menolak TPT karena merasa sehat, padahal mereka memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC. “Promosi kesehatan harus ditingkatkan agar cakupan TPT di Barito Utara bisa lebih optimal,” katanya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi forum strategis untuk meningkatkan kualitas pelaporan data, akurasi pencatatan, serta merumuskan langkah konkret dalam penguatan program P2 TBC di daerah.

“Kami harap seluruh peserta dapat mengikuti pertemuan ini dengan serius dan aktif berdiskusi terkait data, kendala, maupun inovasi yang bisa diterapkan dalam pelaksanaan program TBC,” tutup Yessi.(AP)

Berita Terkait

Polres Barito Timur Gelar Konferensi Pers Dua Kasus Kriminal, Pelaku Curanmor dan Pencurian Sawit
Polres Barito Utara Ungkap 21 Kasus Kejahatan Jalanan Sepanjang Januari-Mei  2026
Ketua Komisi I DPRD Hj.Nety Herawati Soroti Pelayanan RSUD Muara Teweh
Jadi Pondasi Utama Rumuskan Kebijakan Teknis, Kepala Disdagrin Barut Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Mantan Direktur RSUD Muara Teweh Ungkap Deposito Rp23 Miliar di BSI, Bunga Tidak Diambil, Dokter Saraf Kosong Karena Gaji Dibawah Rp30 Juta
Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban
Pelayanan RPH Muara Teweh, Gratiskan Penyembelihan Hewan Kurban untuk Masjid dan Instansi
Polemik Dugaan Proyek Fiktif di  Pangkan, Begini Penjelasan Para Pihak
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:50 WIB

Polres Barito Timur Gelar Konferensi Pers Dua Kasus Kriminal, Pelaku Curanmor dan Pencurian Sawit

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:50 WIB

Polres Barito Utara Ungkap 21 Kasus Kejahatan Jalanan Sepanjang Januari-Mei  2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:09 WIB

Ketua Komisi I DPRD Hj.Nety Herawati Soroti Pelayanan RSUD Muara Teweh

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:37 WIB

Jadi Pondasi Utama Rumuskan Kebijakan Teknis, Kepala Disdagrin Barut Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:37 WIB

Mantan Direktur RSUD Muara Teweh Ungkap Deposito Rp23 Miliar di BSI, Bunga Tidak Diambil, Dokter Saraf Kosong Karena Gaji Dibawah Rp30 Juta

Berita Terbaru