PIMPIN APEL PAGI DI SETDA-Bupati Barito Utara H Shalahuddin saat memimpin apel pagi di lingkup Setda Barito Utara, Senin (27/7/2026).
TEWENEWS, Muara Teweh – Bupati Barito Utara H Shalahuddin menegaskan pentingnya percepatan realisasi anggaran sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan kinerja perangkat daerah. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Barito Utara, Senin (27/7/2026).
Apel pagi tersebut dihadiri Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan, Sekda Drs Muhlis para asisten Sekretaris Daerah, kepala bagian, serta jajaran staf di lingkungan Setda Barito Utara.
Dalam arahannya, Bupati H Shalahuddin menargetkan serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara hingga akhir Desember 2026 minimal mencapai 94 persen. Bahkan, apabila seluruh program dapat berjalan sesuai rencana, ia optimistis realisasi anggaran mampu menembus angka 97 persen.
Menurutnya, target tersebut harus menjadi komitmen bersama seluruh perangkat daerah. Meski masih dimungkinkan adanya sisa anggaran akibat proses tender yang dibatalkan maupun kendala teknis lainnya, ia mengingatkan agar capaian serapan anggaran tidak kembali berada di bawah 90 persen.
“Target itu harus kita kejar. Kita tidak mungkin bekerja tanpa memiliki target. Minimal 94 persen, kalau bisa mencapai 97 persen tentu akan lebih baik,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa pada tahun 2025 realisasi serapan anggaran Kabupaten Barito Utara hanya mencapai sekitar 85 persen, sehingga menjadi evaluasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah agar bekerja lebih terencana, disiplin, dan fokus terhadap percepatan pelaksanaan program pembangunan.
Menutup arahannya, H. Shalahuddin mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk terus memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kesehatan, umur panjang, rezeki yang berkah, kemudahan dalam menjalankan tugas, serta keberhasilan dalam mewujudkan program pembangunan daerah.
Ia juga berharap seluruh aparatur beserta keluarga senantiasa diberikan keselamatan, kebahagiaan, dan mengakhiri kehidupan dalam keadaan husnul khatimah.Berikut versi kedua dengan sudut pandang berbeda.(AP)









