Anggota KTH Lamandau Minta Pengurus Gapoktanhut SBB Dievaluasi

- Jurnalis

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Lamandau – Anggota KTH merasa pengurus Gabungan Kelompok Tani hutan (Gapoktanhut) Sepakat Bahaum Bakuba (SBB) di Nanga Bulik Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, diduga belum mampu menjalankan tugas dan fungsi mereka secara maksimal untuk menyejahterakan anggota KTH.

Karena hal itu, anggota Kelompok Tani KTH meminta agar pengurus Gapoktanhut SBB tersebut dievaluasi. Mereka merasa perlu ada penilaian terhadap kinerja pengurus karena adanya beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan Gapoktanhut.

Salah satu anggota KTH Nicky mengatakan, kami ingin adanya perubahan, karena tidak ada transparansi dari pengurus, sejak awal berdiri sampai sekarang SHM yang didapat anggota bukannya lebih baik malah terus berkurang.

Baca Juga :  Untuk Masjid Al Munawarrah Tumpung Laung II, Bupati Serahkan Dana Hibah Rp 1 Miliar

Selain itu kepengurusan Gapoktanhut SBB yang saat ini dipimpin oleh Aprina Maya Rosilawati, dianggap semena-mena dalam menjalankan kepengurusan lantaran tidak mau mendengarkan masukan dan keluhan dari para anggota KTH.

“Kami sejak lama menyampaikan keberatan, termasuk masalah SHM, bahkan sampai beberapa kali berkirim surat, namun kenyataannya sampai sekarang usulan kami tidak pernah didengar oleh pengurus,” Jelasnya saat dijumpai awak media, Sabtu (9/8/2025).

Baca Juga :  Kadis PUPR Barut: Tahap Awal Pelebaran Berjalan Sesuai Prosedur

Salain itu, sejumlah anggota juga meminta agar Pemerintah bisa turun tangan membantu menyelesaikan permasalahan ini dengan memediasi anggota Gapoktanhut SBB.

“Pemda juga jangan cuma diam melihat ini, permasalahan sudah sejak lama, tapi tidak ada penyelesaian mau sampai kapan kita seperti ini,” Jelasnya Nicky.

Nicky menjelaskan, bahwa saat ini sebagian anggota masih menahan diri karena menghormati proses dan tanggapan dari pihak pengurus dan Pemda sebagai pengawas.

“Pemda harus hadir disini memediasi anggota, jangan sampai nanti dilapangan kami ribut, baru Pemerintah hadir,” Pungkasnya. (Aan/Tim)

Berita Terkait

Diduga Tambang Ilegal, CV SEGA Penuhi Undangan Klarifikasi Polres Barito Timur
Tingkatkan SDM, Disnakertranskop UKM Gelar Pelatihan Operator Komputer Muda
Pemkab Barito Timur Fasilitasi Mediasi Sengketa Warga dengan Perusahaan Tambang
Raperda Penanaman Modal Dorong Peningkatan Iklim Investasi di Barito Utara
Serap Masukan Stakeholder, DPMPTSP Barut Gelar Konsultasi Publik Raperda Penanaman Modal
Disbudparpora Siapkan Duta Pariwisata Barut Menuju Ajang Jagau Bawi Nyai Kalteng 2026
Bupati Dorong Generasi Muda Jadi Duta Wisata Barito Utara yang Kreatif dan Inovatif
Hj Maya Savitri Shalahuddin Apresiasi Generasi Muda di Grand Final Putra Putri Pariwisata Barito Utara 2026
Berita ini 120 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:45 WIB

Diduga Tambang Ilegal, CV SEGA Penuhi Undangan Klarifikasi Polres Barito Timur

Kamis, 16 April 2026 - 18:14 WIB

Tingkatkan SDM, Disnakertranskop UKM Gelar Pelatihan Operator Komputer Muda

Kamis, 16 April 2026 - 15:13 WIB

Pemkab Barito Timur Fasilitasi Mediasi Sengketa Warga dengan Perusahaan Tambang

Kamis, 16 April 2026 - 14:10 WIB

Raperda Penanaman Modal Dorong Peningkatan Iklim Investasi di Barito Utara

Kamis, 16 April 2026 - 14:04 WIB

Serap Masukan Stakeholder, DPMPTSP Barut Gelar Konsultasi Publik Raperda Penanaman Modal

Berita Terbaru