
Jakarta Barat — Aspirasi masyarakat terkait pendidikan, bantuan sosial, hingga kebutuhan alat bantu bagi warga mengemuka dalam kegiatan “Kontribusi PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) dalam Rangka Menjawab Sosial dan Keagamaan di Kota Metropolitan” yang digelar di Jalan Kota Bambu Utara 1, RT 007/RW 001, Kelurahan Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB tersebut diikuti sekitar 100 peserta. Forum ini menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan Anggota DPR RI Komisi VIII Sigit Purnomo, khususnya untuk menyampaikan berbagai persoalan dan aspirasi yang dihadapi warga di tingkat lingkungan.
Dalam sambutannya, Sigit Purnomo menyampaikan bahwa dirinya bersama Menteri Agama memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan Islam. Ia juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung agar dapat menjadi bahan pembahasan dalam tugasnya di Komisi VIII DPR RI.

“Di DPR RI saya bekerja sama dengan Menteri Agama mengenai pendidikan Islam. Saya ingin mendengarkan aspirasi bapak dan ibu, nanti akan saya bawa ke dalam sidang di Komisi VIII,” ujar Sigit Purnomo.
Ia juga menyampaikan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terus berkembang, baik negeri maupun swasta. Hingga 2025, terdapat 58 PTKI negeri dan lebih dari 660 PTKI swasta.
“Saya berharap ada anak-anak yang bisa kuliah di perguruan tinggi Islam,” tambahnya.
Suasana dialog semakin hidup ketika sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan pertanyaan dan kebutuhan warga. Salah satunya terkait peluang memperoleh beasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam, persoalan data desil penerima bantuan sosial, serta kebutuhan kursi roda bagi warga yang membutuhkan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sigit Purnomo menyampaikan bahwa program beasiswa untuk perguruan tinggi keagamaan Islam tersedia. Terkait perbedaan status penerima bantuan dalam satu Kartu Keluarga berdasarkan data desil, ia meminta pihak kelurahan melakukan pengecekan dan verifikasi kembali.
Sementara untuk kebutuhan alat bantu, ia menyatakan siap membantu pengadaan dua unit kursi roda yang akan dikirimkan kepada warga pada kesempatan berikutnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dosen UIN Jakarta Ahmad Mustofa, Sekretaris Kelurahan Kota Bambu Utara Bima, Babinsa Koramil 03/GP Serda Kamit, Bhabinkamtibmas Aiptu Sugiyanto, unsur Satpol PP, Wasiman, Ketua RW 01 Pepen Supena, para Ketua RT 1 sampai 13, FKDM Novi, serta LMK Ahmad.
Danramil 03/GP Mayor Kav Tri Atmojomengatakan bahwa kegiatan dialog seperti ini memiliki nilai positif karena menjadi sarana mempertemukan langsung masyarakat dengan para pemangku kepentingan.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, khususnya menyangkut pendidikan, bantuan sosial dan kebutuhan warga. Kehadiran Babinsa bersama unsur Tiga Pilar merupakan bentuk dukungan dalam menciptakan komunikasi yang baik serta memastikan kegiatan masyarakat berlangsung aman dan tertib,” ungkap Mayor Kav Tri Atmojo.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, lembaga legislatif, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga sangat diperlukan agar berbagai aspirasi yang muncul di tingkat bawah dapat ditindaklanjuti secara tepat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan, sesi tanya jawab, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, doa penutup, dan foto bersama.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB dan berlangsung aman, kondusif, serta tertib.
(M.Solichin)









