TEWENEWS, Lamandau – Merasa dicurangi sejumlah anggota yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani hutan Sepakat Bahaum Bakuba (Gapoktanhut SBB)di areal (eks) PT. Gemaresksa Mekarsari, angkat suara dan keberatan dengan sistem pembagian Sisa Hasil Manfaat (SHM) yang tidak masuk akal.
Pasalnya para anggota mengaku rata-rata hanya mendapat SHM senilai Rp 100 ribu per bulan, bahkan SHM pernah menyentuh angka terendah senilai Rp 26 ribu perbulan, sedangkan total lahan yang dikelola dari Gapoktanhut SBB seluas 3.021 hektar dengan jumlah anggota berdasarkan SK Kementrian KLHK sebanyak 693 terdiri dari 6 Kelompok Tani Hutan (KTH).
Gapoktanhut SBB diketahui mulai terbentuk sejak tahun 2022, yang diketuai oleh Aprina Maya Rosilawati sebagai Ketua Gapoktanhut SBB dan Muslim sebagai Sekretaris.
“Awal berdirinya sejak Maret 2022, saat itu pembangian SHM diangka Rp 1 juta kemudian terus turun menjadi Rp 700 ribu, pernah turun sampai Rp 26 ribu, hingga pernah menunggak pembayaran selama 3 bulan yang sampai saat ini belum dibayarkan,” kata perwakilan anggota Gapoktanhut SBB yang juga Ketua KTH Berkah Bersatu, Nicky.
Adapun wilayah operasi Gapoktanhut SBB mencakup 5 Kelurahan/Desa, meliputi Desa Bunut, Desa Bukit Indah, Desa Sumber Mulya, Desa Arga mullya dan Kelurahan Bulik, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Sementara itu, perwakilan anggota mengaku sudah muak dengan kepengurusan Gapoktanhut SBB, pasalnya selain dianggap tidak transparan, pengurus tidak pernah mendengarkan keluhan anggota ditingkatkat bawah.
“Para anggota sudah beberapa kali bersurat kepada pengurus perihal masalah ini, tetapi tidak pernah ada tanggapan, jangankan menanggapi surat, menerima surat saja sulit ditemui,” jelasnya.
Menyikapi hal ini, mayoritas dari anggota Gapoktanhut SBB mengaku akan mengambil sikap dengan melakukan aksi dijalan menuntut transparansi pengurus, dan melakukan panen masal bersama di lokasi.
“Kami sudah muak selama ini tidak pernah ada keterbukaan, SHM dibawah Rp 200 ribu per bulan, sedangkan lahan 3000 hektar lebih, secara logika ini tidak masuk akal, tidak pernah rapat juga, jadi jangan salahkan kami kalau turun ke jalan melakukan aksi,” tegasnya.
Saat awak media mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada ketua Gapoktanhut SBB Aprina Maya Rosilawati via WhatsApp pada jam 18.45 hari Rabu 5 Agustus 2025, namun tidak mendapatkan tanggapan (Aan/tim)









