TEWENEWS, Muara Teweh — Dalam upaya meningkatkan daya saing dan kapasitas usaha pelaku UMKM binaan, Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Hatapa bersama, dengan dukungan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan PT Suprabari Mapanindo Mineral (PT SMM), menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing dan AI for UMKM yang dilaksanakan selama dua hari, pada 26–27 Desember 2025, bertempat di Meeting Room Hotel Hayak Tamara, Muara Teweh
CSR Oficcer PAMA Distrik SMMS, Esti Lestari mengatakan, kegiatan pelatihan ini diikuti oleh pelaku UMKM dari sektor kuliner dan pertanian.
“Pelatihan dirancang secara praktis dan aplikatif agar peserta memahami konsep, serta mampu langsung menerapkan materi dalam pengembangan usahanya,” ungkap Esti, Rabu (31/12)
Pada hari pertama, peserta dibekali dengan materi Digital Marketing for UMKM yang membahas konsep dasar pemasaran digital, pemanfaatan platform WhatsApp Business, Facebook, dan Instagram, serta teknik copywriting dan pembuatan konten promosi.
“Peserta juga melakukan praktik langsung pembuatan foto dan video produk menggunakan sampel produk unggulan masing-masing UMKM,” ujarnya.
Memasuki hari kedua, pelatihan difokuskan pada materi AI for UMKM. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung kegiatan usaha, mulai dari pembuatan ide konten, caption promosi, desain sederhana, hingga penyusunan kalender konten secara lebih efisien.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh peserta yang sebagian besar baru pertama kali mengenal teknologi AI dalam bisnis.
Pelatihan ini menghadirkan Coach Chandra Winata, Founder Digibox, sebagai instruktur. Dengan pendekatan interaktif dan berbasis praktik, peserta didorong untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba langsung setiap materi yang disampaikan.
“Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi pelatihan berlangsung. Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Melalui pelatihan ini, diharapkan UMKM binaan LPB Hatapa mampu meningkatkan kapasitas digital, memperluas jangkauan pasar, serta lebih siap menghadapi tantangan bisnis di era digital,” tutup Esti Lestari. (Red)









