Kepala Dinas Kesehatan Pastikan Layanan HIV-IMS di Barut Sesuai Standar Kemenkes

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Muara Teweh – Pelayanan kesehatan program HIV-IMS (Infeksi Menular Seksual) di Kabupaten Barito Utara dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR, di Muara Teweh, Rabu (25/2/2026), mengatakan seluruh puskesmas di wilayah Barito Utara bersama RSUD Muara Teweh telah memberikan pelayanan skrining atau pemeriksaan HIV dan sifilis secara komprehensif, baik secara pasif maupun aktif.

“Pelayanan HIV-IMS di Barito Utara sudah berjalan sesuai standar program dari Kementerian Kesehatan. Seluruh puskesmas dan RSUD Muara Teweh melaksanakan skrining HIV dan sifilis secara dini untuk meningkatkan deteksi kasus,” ujar Pariadi.

Baca Juga :  Kemenag Barut Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 Hijriah, Ini Rinciannya

Ia menjelaskan, pemeriksaan pasif dilakukan atas dasar kesadaran mandiri masyarakat yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memeriksakan diri. Sedangkan pemeriksaan aktif dilakukan petugas kesehatan dengan menjangkau kelompok yang berisiko guna dilakukan skrining.

Menurut Pariadi, pemeriksaan HIV dan sifilis tidak dapat dipisahkan karena keduanya dapat ditularkan melalui aktivitas seksual berisiko, penularan dari ibu ke anak, maupun melalui kontak darah.

“Hasil skrining ini sangat penting untuk deteksi dini. Jika ditemukan kasus positif HIV maupun sifilis, maka akan segera dilakukan tindak lanjut berupa pengobatan secara komprehensif,” katanya.

Baca Juga :  Disdik Barut Gelar Bimtek SPMB, Tekankan Transparansi dan Transformasi Digital

Pengobatan komprehensif tersebut meliputi pemberian obat yang tepat sesuai standar, observasi terapi secara adekuat, serta edukasi berkelanjutan kepada pasien. Upaya ini bertujuan menekan angka kesakitan dan kematian serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pariadi juga menekankan bahwa keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Selain itu, dukungan dari keluarga dan masyarakat juga menjadi faktor penting.

“Support system yang baik, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar, sangat diperlukan untuk memberikan motivasi kepada pasien agar patuh menjalani pengobatan,” pungkasnya.(Atr)

Berita Terkait

DPRD Bartim Bahas Kerja Sama Pengelolaan Pelabuhan Telang Baru, Targetkan Dongkrak PAD
Bias Layar Serap Aspirasi Warga Bartim Lewat Silaturahmi KKD Dusmala-Tebama
Komisi XIII DPR RI Sidak Rutan Tamiang Layang, Soroti Dugaan Pelecehan dan Overkapasitas
Ketua TP PKK Hj Maya Savitri Shalahuddin Buka Lomba Baca Puisi Meriahkan Hari Kartini
Pemkab Dorong Rencana Pasca Tambang Libatkan Masyarakat Sekitar Perusahaan
Lepas Rombongan Kalimantan Tribute 2026, Bupati Shalahuddin Paparkan Potensi Barito Utara
Apel Gabungan Peringati Hari Otda ke-30, Bupati Tegaskan Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Ketua Golkar Bartim Apresiasi Kunjungan Anggota DPR RI dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 23:15 WIB

DPRD Bartim Bahas Kerja Sama Pengelolaan Pelabuhan Telang Baru, Targetkan Dongkrak PAD

Senin, 27 April 2026 - 23:02 WIB

Bias Layar Serap Aspirasi Warga Bartim Lewat Silaturahmi KKD Dusmala-Tebama

Senin, 27 April 2026 - 13:28 WIB

Komisi XIII DPR RI Sidak Rutan Tamiang Layang, Soroti Dugaan Pelecehan dan Overkapasitas

Senin, 27 April 2026 - 13:27 WIB

Ketua TP PKK Hj Maya Savitri Shalahuddin Buka Lomba Baca Puisi Meriahkan Hari Kartini

Senin, 27 April 2026 - 13:15 WIB

Lepas Rombongan Kalimantan Tribute 2026, Bupati Shalahuddin Paparkan Potensi Barito Utara

Berita Terbaru