Larangan Sementara Melintas Dibawah Jembatan KH Hasan Basri Akibat Tingginya Permukaan Air Sungai Barito

- Jurnalis

Senin, 10 Maret 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Perhubungan Barito Utara, Mihrab Buanapati

TEWENEWS, Muara Teweh – Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara mengeluarkan himbauan resmi terkait penundaan sementara aktivitas pelayaran yang melintas di bawah Jembatan KH Hasan Basri, Muara Teweh.

Langkah ini diambil karena ketinggian permukaan air Sungai Barito di STA Dermaga Muara Teweh mencapai level 11,50 meter dengan kecepatan arus yang sangat deras, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran dan keamanan struktur jembatan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara, Mihrab Buanapati, dalam pernyataannya pada Senin (10/3/2025) menegaskan bahwa larangan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai kondisi ketinggian dan kecepatan arus sungai.

“Penundaan ini dilakukan demi menjaga keselamatan pelayaran dan keamanan Jembatan KH. Hasan Basri. Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jasa pelayaran untuk mematuhi aturan ini hingga kondisi kembali normal,” ujar Kadis Perhubungan Mihrab Buanapati.

Baca Juga :  Peringatan Hari Kartini, TP PKK Barito Utara Dorong Penguatan Karakter dan Kreativitas Anak Sejak Dini

Dalam himbauan tersebut, dinyatakan bahwa kapal yang diperbolehkan melintas hanyalah kapal SPB berukuran ≤ 250 feet dengan muatan ≤ 2.600 ton serta tongkang berukuran ≤ 180 feet dengan muatan ≤ 2.600 ton.

Dikatakannya, kapal-kapal ini hanya dapat melintas pada siang hari saat permukaan air berada pada level STA ≤ 12,00 meter dan pada malam hari pada level STA ≤ 11,00 meter.

Dinas Perhubungan juga mengingatkan kepada para nakhoda atau kapten kapal yang berlayar dari hulu ke hilir atau sebaliknya untuk menyesuaikan aktivitas pelayaran sesuai kondisi ketinggian air dan kecepatan arus.

Baca Juga :  Disiplin, Loyalitas dan Profesionalisme ASN Jadi Penekanan Bupati Saat Pimpin Apel Pagi di Dua Instansi

Ia juga meminta kepada kapal yang tidak diperbolehkan melintas diminta untuk menambatkan diri di daerah yang aman hingga situasi kembali kondusif.

“Kami berharap seluruh pemakai jasa pelayaran dapat mematuhi aturan ini demi keselamatan bersama. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya,” kata Mihrab Buanapati.

Berdasarkan hasil pantauan hari Senin tanggal 10 Maret 2025, pukul 07.04 WIB, ketinggian permukaan air sungai Barito di STA UPT DERMAGA Muara Teweh berada pada level ± 12.55 Meter pantauan pagi ini ketinggian air mengalami kenaikan ± 55 cm dari pantauan kemarin sore.

(AP/Tim)

Berita Terkait

Rosi Wahyuni Komitmen Perjuangkan Kebutuhan Prioritas Masyarakat Teweh Tengah
Pimpin Rapat, Bupati Pastikan Kesiapan Batara Expo dan Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara
Temuan Lubang di Makam Hebohkan Warga Desa Lebo, Polisi Turun Tangan
Bupati Barito Utara Resmi Buka Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan 2026
720 Peserta dari 9 Kecamatan Ikuti Festival Budaya IMBT Barito Utara 2026
Tinjau Sejumlah Infrastruktur, Bupati Pastikan Pembangunan Berjalan Optimal
Disiplin, Loyalitas dan Profesionalisme ASN Jadi Penekanan Bupati Saat Pimpin Apel Pagi di Dua Instansi
Reses di Melayu dan Lanjas, LPG 3 Kg hingga Sarana Posyandu Jadi Usulan Prioritas
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:40 WIB

Rosi Wahyuni Komitmen Perjuangkan Kebutuhan Prioritas Masyarakat Teweh Tengah

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:18 WIB

Pimpin Rapat, Bupati Pastikan Kesiapan Batara Expo dan Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:32 WIB

Temuan Lubang di Makam Hebohkan Warga Desa Lebo, Polisi Turun Tangan

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:53 WIB

Bupati Barito Utara Resmi Buka Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:48 WIB

720 Peserta dari 9 Kecamatan Ikuti Festival Budaya IMBT Barito Utara 2026

Berita Terbaru