SAMPAIKAN TAUSIYAH NUZULUL QURAN-Ustadz KH Rusmadi Darsani Lc yang juga Ketua MUI Barito Utara menyampaikan tausiyah para peringatan Nuzulul Quran di rumah jabatan Bupati, Jumat malam (6/3/2026).
TEWENEWS, Muara Teweh – Suasana khidmat menyelimuti peringatan Nuzulul Quran yang digelar di rumah jabatan Bupati, Jumat (6/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ustadz KH Rusmadi Darasani, LC yang juga Ketua MUI Barito Utara menyampaikan ceramah tentang keutamaan malam Lailatul Qadar di hadapan para pejabat daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati H Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekretaris Daerah Drs Muhlis, unsur FKPD, anggota DPRD Barito Utara, staf ahli bupati, para asisten Sekda, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, ulama, serta masyarakat setempat.
Dalam tausiyahnya, KH Rusmadi Darasani menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam terdapat satu malam yang sangat istimewa di bulan Ramadan, yaitu Lailatul Qadar. Malam tersebut disebut lebih baik daripada seribu bulan, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT pada Surah Al-Qadr.
Ia mengawali penjelasannya dengan mengutip ayat Al-Qur’an: “Inna anzalnahu fi lailatil qadr,” yang berarti sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar. Menurutnya, ayat tersebut menegaskan kemuliaan malam tersebut karena menjadi waktu pertama kali turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
“Tidak mustahil pada Ramadan tahun ini, bahkan pada malam yang sedang kita jalani, bisa saja merupakan malam Lailatul Qadar yang dipilih oleh Allah SWT,” ujar KH Rusmadi di hadapan para jamaah.
Ia juga menjelaskan, jika malam tersebut diisi dengan berbagai amal ibadah seperti shalat Isya berjamaah, shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, shalat tahajud, bersedekah, serta mempererat silaturahmi, maka pahala yang diberikan Allah SWT sangat besar.
Menurutnya, seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam itu nilainya bisa lebih baik daripada ibadah selama puluhan tahun.
“Bayangkan jika seseorang melaksanakan shalat dengan sempurna rukun dan syaratnya pada malam itu, maka pahalanya seperti beribadah selama puluhan tahun. Begitu pula sedekah dan amal kebaikan lainnya, semuanya dilipatgandakan oleh Allah SWT,” jelasnya.
Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk menghidupkan malam-malam Ramadan, khususnya pada sepuluh malam terakhir, dengan memperbanyak ibadah. Sebab, tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan datangnya malam Lailatul Qadar.
“Semoga setiap ibadah yang kita lakukan pada malam-malam Ramadan diterima oleh Allah SWT dan kita semua diberi kesempatan meraih keberkahan Lailatul Qadar,” tutupnya.(Atr)









