Setelah Dua Bulan Terganggu Kabut Asap Karhutla, Penerbangan di Bandara HMS Muara Teweh Kembali Normal

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENERBANGAN BANDARA HMS KEMBALI NORMAL-Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) kembali normal, setelah dua bulan terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

TEWENEWS, Muara Teweh – Aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mulai kembali normal setelah lebih dari dua bulan terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah K, mengatakan bahwa penerbangan pada Senin (2/11/2026) sudah mulai kembali beroperasi, meskipun jumlah penumpang masih relatif sedikit.

“Hari ini, penerbangan ke Muara Teweh mulai normal, namun jumlah penumpang masih relatif sedikit. Sebelumnya, sejak Rabu (19/8/2026), penerbangan dibatalkan karena kabut asap,” ujar Amrillah saat ditemui di Muara Teweh, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, penerbangan yang kembali melayani masyarakat di antaranya maskapai Wings Air rute Banjarmasin, Kalimantan Selatan–Muara Teweh yang dijadwalkan setiap hari pulang pergi.

Namun, untuk penerbangan Wings Air pada Senin pagi dibatalkan. Maskapai tersebut hanya melayani penerbangan pada siang hari dengan jumlah 20 penumpang yang datang dari Banjarmasin dan 28 penumpang yang berangkat dari Muara Teweh.

Baca Juga :  Anggota DPRD H Alhadi Apresiasi Pelatihan Kelistrikan Alat Berat dan Dorong Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal

Selain Wings Air, penerbangan perintis menggunakan pesawat Susi Air juga melayani rute Muara Teweh–Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya maupun sebaliknya setiap hari Senin. Akan tetapi, pada penerbangan pengganti jadwal kali ini, tidak terdapat penumpang baik dari Palangka Raya maupun Muara Teweh.

Amrillah juga menyampaikan bahwa penerbangan Wings Air pada Selasa (3/11/2026) kembali dibatalkan karena alasan operasional. Maskapai tersebut dijadwalkan beroperasi kembali pada Rabu (4/11/2026) dan hari-hari berikutnya.

Untuk penerbangan perintis, Bandara Haji Muhammad Sidik melayani rute Palangka Raya–Muara Teweh pulang pergi menggunakan pesawat jenis Cessna berkapasitas 12 penumpang dengan frekuensi satu kali dalam sepekan, yakni setiap Senin.

Adapun tarif tiket penerbangan bersubsidi tersebut sebesar Rp540.020 untuk rute Palangka Raya–Muara Teweh dan Rp493.420 untuk rute sebaliknya.

Sementara itu, rute Muara Teweh–Banjarmasin dilayani Wings Air setiap hari menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 dengan kapasitas 72 penumpang. Selain itu, penerbangan dari Muara Teweh menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, dilayani melalui penerbangan carter oleh perusahaan pertambangan.

Menurut Amrillah, sebagian besar penumpang pada rute Banjarmasin merupakan masyarakat yang melakukan perjalanan dari dan menuju Pulau Jawa, khususnya Jakarta dan Surabaya, dengan transit melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Baca Juga :  Akibat Kabut Asap, Sudah Sebulan Penerbangan ke Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh Dibatalkan

“Penumpang dari dan ke Banjarmasin kebanyakan pemudik dari Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur, ke Muara Teweh yang transit dari Bandara Syamsudin Noor. Begitu juga sebaliknya, dari Muara Teweh ke Pulau Jawa yang transit melalui Banjarmasin,” jelasnya.

Kembali beroperasinya penerbangan di Bandara Haji Muhammad Sidik disambut gembira masyarakat, terutama pengguna jasa transportasi udara yang selama kabut asap terpaksa menggunakan jalur darat untuk bepergian ke luar daerah.

Selama penerbangan terganggu, perjalanan darat dari Muara Teweh menuju Palangka Raya membutuhkan waktu sekitar 7–8 jam, sedangkan menuju Banjarmasin dapat mencapai 9–11 jam.

Salah seorang warga Muara Teweh, Nema, mengaku bersyukur karena kini dapat kembali menggunakan transportasi udara setelah melakukan perjalanan dinas ke Pulau Jawa. “Alhamdulillah, saya bisa pulang ke Muara Teweh menggunakan pesawat yang ditempuh dengan waktu tidak lama,” ungkapnya.

Kembali normalnya aktivitas penerbangan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta memperlancar konektivitas Kabupaten Barito Utara dengan sejumlah daerah lainnya.       (AP)

Berita Terkait

Polres Bartim Gelar Sertijab Kabag Ops dan Dua Kapolsek
Tera Ulang Timbangan Jembatan PT MPG oleh Disdagrin Barito Utara Diapresiasi Anggota Dewan
Geger di Ampah Kota, Lansia 79 Tahun Jadi Korban Penganiayaan Parang
Penguatan Posyandu 6 Bidang SPM Diapresiasi Anggota DPRD Barito Utara
Siswa SMA dan SMK di Barito Utara Masih PJJ, Patih Herman AB Soroti Koordinasi Disdik Kalteng dan Pihak Sekolah
Anggota DPRD, Ardianto Apresiasi Patroli Gabungan Karhutla Pantau Titik Rawan dengan Drone
Taufik Nugraha Serap Aspirasi Warga Teweh Tengah Terkait Air Bersih dan Infrastruktur saat Reses di Dapil I
Sumpah Pemuda ke-98, Kankemenag Bartim Ajak ASN Perkuat Persatuan dan Pengabdian
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:22 WIB

Setelah Dua Bulan Terganggu Kabut Asap Karhutla, Penerbangan di Bandara HMS Muara Teweh Kembali Normal

Senin, 2 November 2026 - 11:50 WIB

Polres Bartim Gelar Sertijab Kabag Ops dan Dua Kapolsek

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Tera Ulang Timbangan Jembatan PT MPG oleh Disdagrin Barito Utara Diapresiasi Anggota Dewan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Geger di Ampah Kota, Lansia 79 Tahun Jadi Korban Penganiayaan Parang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Penguatan Posyandu 6 Bidang SPM Diapresiasi Anggota DPRD Barito Utara

Berita Terbaru

BARITO TIMUR

Polres Bartim Gelar Sertijab Kabag Ops dan Dua Kapolsek

Senin, 2 Nov 2026 - 11:50 WIB