
Jakarta Barat –Dalam rangka mendukung pelestarian sejarah dan budaya, Babinsa Kelurahan Pinangsia, Koramil 01/Taman Sari Serka Heri Kris menghadiri Pergelaran Swarnakala Jakarta, bertempat di Plaza Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua Jakarta, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (1/8/2026) malam.
Jejak perjalanan panjang Ibu Kota kembali dihidupkan melalui pertunjukan musikal Rekonstruksi Sejarah “Swarnakala Jakarta” yang berlangsung mulai pukul 17.00 WIB hingga 21.30 WIB.
Kegiatan yang digelar di kawasan bersejarah tersebut diikuti sekitar 110 peserta dan menjadi salah satu upaya menghadirkan sejarah Jakarta dalam bentuk pertunjukan yang dapat dinikmati sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut berada di bawah tanggung jawab Kepala Museum Sejarah Fatahillah, Ibu Retno Ayati, serta dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di antaranya Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Setda DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, S.IP., M.Si., Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta M. Miftahulloh Tamari, Kepala UPK Kota Tua Denny Apriadi, Kepala Museum Sejarah Fatahillah Retno Ayati, serta Camat Taman Sari Simson Hutagalung, S.H., M.H.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jamuan makan malam VIP dan Ishoma. Selanjutnya acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dan pertunjukan musikal Rekonstruksi Sejarah “Swarnakala Jakarta” yang mengangkat perjalanan sejarah Jakarta melalui perpaduan seni pertunjukan dan narasi sejarah.
Dalam sambutannya, Askesra Setda DKI Jakarta Ali Maulana Hakim menyampaikan bahwa Jakarta merupakan kota yang tumbuh melalui perjalanan sejarah yang panjang. Di setiap sudut kota, tersimpan nilai perjuangan serta tumbuhnya semangat kebangsaan.
Menurutnya, sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi menjadi sumber pembelajaran penting dalam membangun karakter dan semangat perjuangan generasi penerus.
“Kejayaan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemewahan bangunannya. Jakarta dibangun oleh orang-orang yang memiliki keberanian dan mimpi untuk berjuang,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus menghidupkan Jakarta sebagai kota sejarah.
“Sejarah tidak boleh hanya disimpan dalam buku, tetapi harus dihidupkan dalam kehidupan nyata,” tegasnya.
Dari sisi pengamanan, kegiatan mendapat dukungan personel gabungan guna memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan tertib. Pengamanan melibatkan 2 personel Koramil 01/Tamansari dipimpin Serka Heri, 5 personel Polsektro Tamansari dipimpin Ipda Joko, serta 30 personel Satgas UPK Kota Tua dipimpin Bapak Nono.
Secara terpisah Danramil 01/Taman Sari Mayor Inf Manatap Rajagukguk, S.E., M.H., M.M., menyampaikan bahwa kehadiran personel Koramil 01/Taman Sari dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap pelestarian sejarah dan kebudayaan sekaligus upaya menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat yang hadir.
“Kami mendukung setiap kegiatan yang bertujuan menghidupkan kembali nilai sejarah dan kebudayaan Jakarta. Kota Tua bukan hanya kawasan wisata, tetapi merupakan ruang yang menyimpan perjalanan sejarah bangsa. Karena itu, keamanan dan ketertiban selama kegiatan menjadi bagian penting agar masyarakat dapat menikmati sekaligus belajar dari sejarah yang ditampilkan,” ujar Mayor Inf Manatap Rajagukguk.

Pertunjukan “Swarnakala Jakarta” pun menjadi momentum untuk mempertemukan sejarah dengan seni, sehingga kisah perjalanan Jakarta dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dan menarik bagi masyarakat.
Pada pukul 21.30 WIB, seluruh rangkaian kegiatan Rekonstruksi Sejarah “Swarnakala Jakarta” selesai dilaksanakan dalam keadaan tertib, aman, dan kondusif.
(M.Solichin)









