TEWENEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara memaparkan perkembangan pelaksanaan program unggulan dan kegiatan prioritas dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Barito Utara H Shalahuddin, ST., MT dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, A.Md, di Gedung Balai Antang, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati H Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Muhlis, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, mewakili Kapolres, staf ahli bupati, asisten sekda, kepala perangkat daerah dan sejumlah awak media.
Paparan bertajuk “11.22 GASPOL” tersebut menjadi bagian dari refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara, dengan menampilkan berbagai capaian dan progres pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah.
Dalam paparan tersebut, Pemkab Barito Utara menyoroti progres 11 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati, di antaranya program SIP Pintar, beasiswa daerah, pengadaan alat berat, peningkatan pembangunan kesehatan masyarakat melalui BPJS gratis, pembangunan Balai Latihan Kerja, serta berbagai program pembangunan lainnya.
Pada sektor pendidikan, program beasiswa daerah diarahkan untuk masyarakat umum pada jenjang Diploma, Sarjana, Pascasarjana hingga pendidikan profesi. Program tersebut mencakup beasiswa berprestasi dan beasiswa bagi masyarakat tidak mampu, serta layanan pendukung bagi mahasiswa asal Barito Utara yang menempuh pendidikan di luar daerah.
Sementara pada sektor kesehatan, capaian keaktifan peserta JKN tercatat mencapai 93,6 persen per Agustus 2026, melampaui target tahunan sebesar 90 persen. Barito Utara juga menerima penghargaan kategori UHC Madya 2026.
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah juga memaparkan progres pembangunan tiga jembatan strategis, yakni Jembatan Sikan-Tumpung Laung dengan progres fisik 58,02 persen, Jembatan Lemo 42 persen dan Jembatan Lahei 14 persen berdasarkan data September 2026. Ketiga pembangunan tersebut ditargetkan rampung masing-masing pada 2028 dan 2029.
Selain itu, pembangunan Jalan SP Km 34-SP Benangin menjadi salah satu prioritas konektivitas wilayah. Ruas tersebut memiliki panjang penanganan sekitar 54,40 kilometer dan menjadi koridor logistik strategis yang mendukung sektor pertanian, perkebunan kelapa sawit dan tanaman jagung.
Paparan juga mencakup pelebaran jalan dalam Kota Muara Teweh, pembangunan Water Front City, peningkatan sistem penyediaan air minum, rehabilitasi RSUD Muara Teweh, normalisasi dan penataan Sungai Bengaris, hingga transformasi budaya kerja aparatur sipil negara.
Dalam satu tahun kepemimpinan tersebut, Pemkab Barito Utara juga mencatat peningkatan opini BPK dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada LKPD 2024 menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada LKPD 2025.
Selain itu juga selama satu tahun kepemimpinan Bupati H Shalahuddin dan Wakil Bupati Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, mencatat peningkatan dengan melaksanakan apel pagi di setiap dinas, Transformasi Budaya Kerja ASN, Penguatan Disiplin dan Kepemimpinan.
Kemudian Car Free Day (CFD) Muara Teweh yang dilaksanakan setiap hari Minggu, terbaik i Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang, Batara Expo 2026 dan pemenuhan 6 standar pelayanan minimal posyandu.
Paparan refleksi satu tahun ini menjadi gambaran evaluasi sekaligus arah keberlanjutan pembangunan Barito Utara melalui semangat GASPOL, dengan sasaran mendorong Barito Utara semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera.
Pentingnya Monitoring dan Evaluasi Program

Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, R. Firmansyah, SH, MH, menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi program saat menghadiri kegiatan Paparan Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara di Gedung Balai Antang, Muara Teweh ini.
Hadirnya orang nomor satu di korp Adhyaksa Kabupaten Barito Utara ini mempertegas kehadiran Kejaksaan Negeri Barito Utara dalam mengawal, mendampingi dan menegakan hukum mengiringi pembangunan di Barito Utara.
Dalam forum yang berisi pemaparan pencapaian pembangunan Barito Utara berupa proyek-proyek strategis, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Barito Utara, R. Firmansyah, menyampaikan tentang niat yang lurus dan menjauhi sifat-sifat materialistis.
“Saya niatkan ketika saya dilantik, amanah ini akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya dengan menanamkan amal ibadah,” ungkap Kajari.
Sifat demikian pula yang diharapkan Kajari pada jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup pemerintahan Kabupaten Barito Utara yang mengelola anggaran daerah.
Kajari mengingatkan tentang umur yang diberikan Tuhan kepada kita diusia yang tak lagi muda agar hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan sudah seharusnya pola pikir pun telah berubah.
“Manfaatkan waktu, kita mungkin sudah 53 Tahun. Umur yang sudah menjelang ini tolong manfaatkan, robah pola mindset untuk kemaslahatan masyarakat Barito Utara,” pesan Kajari.
Bukan hanya kepada SKPD, Kajari juga menekankan niat dan pola pikir yang sama hendaknya juga hidup di dalam tubuh institusinya sendiri Kejaksaan Negeri Barito Utara.
Selain itu, menurut Kajari pembangunan tidak cukup hanya dengan memperkuat teknis pekerjaan, melainkan juga dibarengi dengan monitoring atau pengawasan dan evaluasi.
“Percuma program sebagus apapun tapi kalau tidak ada monitoring dan evaluasinya, sehingga tidak ketahuan sejauh mana progres keberhasilan program pada pelaksanaannya,’ tegas Kajari. (AP)









