H Koyem Nadalsyah dan H Shalahuddin Saling Menanggapi Soal Kelanjutan Pembangunan Jembatan Lemo

- Jurnalis

Minggu, 27 Juli 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI-Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara nomor urut 01, H Shalahudin dan Felix Sonadie Y Tingan dan nomor urut 02, H Jimmy Carter dan Inriaty Karawaheni saat mengikuti Debat Publik di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Jumat (25/7/2025) malam.

TEWENEWS, Muara Teweh – Pernyataan mengenai kelanjutan pembangunan Jembatan Lemo, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara memicu perbincangan hangat di media sosial (Medsos) Facebook (FB).

Pernyataan mengenai kelanjutan pembangunan Jembatan Lemo tersebut disampaikan Paslon Nomor Urut 01 H Shalahuddin saat debat kandidat di gedung Balai Antang, pada Jumat (25/7/2025) malam.

Dalam sebuah unggahan di akun Facebook pribadinya, Sabtu malam (26/7/2025), Bupati Barito Utara periode sebelumnya, H. Nadalsyah (Koyem), memberikan tanggapan atas pernyataan salah satu paslon Pilkada Barito Utara nomor urut 01, H Shalahuddin, yang dinilainya menyiratkan keraguan terhadap kelanjutan proyek jembatan strategis tersebut.

Dalam unggahannya, Nadalsyah menegaskan bahwa Jembatan Lemo sudah melalui proses perencanaan matang oleh konsultan kredibel dan mendapatkan rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

Baca Juga :  Peduli Masyarakat, RSUD Mtw Launching Bantuan Pendamping Pasien dan Layanan Makan Gratis

Ia juga menyebut bahwa jembatan ini tidak hanya penting bagi masyarakat Lemo, tetapi juga berdampak signifikan bagi konektivitas seluruh warga Barito Utara, khususnya yang bepergian ke Palangka Raya, karena dapat memangkas jarak tempuh hingga 100 kilometer.

“Jembatan tersebut sudah masuk dalam RPJPD 2025–2045, sangat mustahil jika tidak dilanjutkan pembangunannya,” tegas Nadalsyah.

Menanggapi hal tersebut, H Shalahuddin memberikan klarifikasi dalam forum publik. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyatakan akan menghentikan pembangunan Jembatan Lemo.

Namun, menurutnya, pembangunan infrastruktur besar seperti jembatan harus dirancang untuk tuntas dalam satu periode kepemimpinan, demi menjamin pertanggungjawaban konstruksi.

“Yang kami sampaikan adalah pentingnya perencanaan yang tuntas dalam satu masa jabatan, agar tidak terjadi tumpang tindih tanggung jawab antara kepala daerah lama dan yang baru. Ini soal akuntabilitas,” jelas Shalahuddin.

Ia juga menyoroti banyaknya proyek jembatan di Barito Utara yang belum rampung dan saat ini hanya menyisakan bagian pondasi atau pilar, termasuk Jembatan Tumpung Laung, Jembatan Gantung Gandring, dan jembatan di Lahei Barat.

Baca Juga :  Usung Semangat Maju, Sejahtera dan Berkeadilan, Inilah Logo Resmi Hari Jadi ke-76 Barito Utara

Menurutnya, seharusnya satu proyek dituntaskan terlebih dahulu agar dapat segera digunakan masyarakat.

Unggahan Nadalsyah tersebut menarik perhatian netizen. Hingga Minggu pagi, postingan tersebut mendapat 135 like dan 43 komentar.

Salah satu komentar yang cukup banyak disorot datang dari akun Andi PC, yang menilai bahwa pembangunan harus dilihat dari perspektif jangka panjang dan saling melanjutkan antar pemimpin.

“Contohnya Jembatan Suramadu yang dimulai masa Presiden Megawati dan selesai oleh Presiden SBY, tidak ada masalah. Sepanjang untuk kebutuhan masyarakat, pembangunan itu harus saling mengisi, bukan saling menyalahkan,” tulis Andi.

Diskusi publik ini mencerminkan bahwa pembangunan Jembatan Lemo telah menjadi isu strategis yang sensitif di tengah masa kampanye Pilkada Barito Utara.

Banyak masyarakat berharap pembangunan ini tidak menjadi korban tarik-menarik politik, melainkan dilanjutkan demi kepentingan bersama. (Tim)

Berita Terkait

Jaga Ketertiban Umum, Satpol PP Barito Utara Intensifkan Patroli Harian
PUPR Perkim Bartim Tingkatkan Infrastruktur Desa, Jembatan Pianggu Kini Beton Permanen
TIAP HUJAN TURUN, DEPÀN APMS dan GEREJA MUARA TEWEH BANJIR, DINAS TERKAIT BUNGKAM TANPA SOLUSI
Usung Semangat Maju, Sejahtera dan Berkeadilan, Inilah Logo Resmi Hari Jadi ke-76 Barito Utara
Siapkan Usulan WPR, Pemkab Barito Utara Inventarisasi Data Tambang Rakyat
Melalui Bimtek Keamanan Pangan, Dinas Kesehatan Barut Dorong Pelaku Usaha Hasilkan Produk Aman dan Bermutu
Ketua DPRD Dukung Inventarisasi Tambang Rakyat untuk Percepatan Usulan WPR di Barito Utara
Bupati Yamin Tegaskan Kontraktor Lokal Harus Jadi Tuan Rumah Pembangunan di Barito Timur
Berita ini 241 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:47 WIB

Jaga Ketertiban Umum, Satpol PP Barito Utara Intensifkan Patroli Harian

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:09 WIB

PUPR Perkim Bartim Tingkatkan Infrastruktur Desa, Jembatan Pianggu Kini Beton Permanen

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:35 WIB

TIAP HUJAN TURUN, DEPÀN APMS dan GEREJA MUARA TEWEH BANJIR, DINAS TERKAIT BUNGKAM TANPA SOLUSI

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:30 WIB

Usung Semangat Maju, Sejahtera dan Berkeadilan, Inilah Logo Resmi Hari Jadi ke-76 Barito Utara

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:22 WIB

Siapkan Usulan WPR, Pemkab Barito Utara Inventarisasi Data Tambang Rakyat

Berita Terbaru