Pelaksanaan CSR Perusahaan Diharapkan Bisa Selaras dengan Program Daerah Kabupaten Barito Utara

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKOR DAN SINKRONISASI-Bupati H Shalahuddin didampingi Ketua DPRD Hj Mery Rukaini, Sekda Muhlis dan unsur FKPD saat memimpin rakor dan Sinkronisasi TJSLP serta Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digelar di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Rabu (12/11/2025)

TEWENEWS, Muara Teweh – Bupati Barito Utara H Shalahuddin menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi TJSLP serta Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digelar di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Rabu (12/11/2025).

H Shalahuddin menyoroti bahwa pelaksanaan program CSR di Barito Utara selama ini masih belum sinkron dengan prioritas pembangunan daerah. “Selama ini perusahaan melaksanakan program CSR langsung ke lapangan tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah. Ke depan, kami akan menyampaikan program-program prioritas daerah agar CSR yang dijalankan bisa searah dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan Barito Utara,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Ajak Pejabat Pemkab Barito Utara  Hadiri Penyambutan dan Pemakaman Jenazah Alm H Nadalsyah Koyem Secara Kedinasan

Shalahuddin menambahkan, setelah pemerintah daerah menyampaikan program prioritas tersebut, pihaknya juga akan melakukan monitoring terhadap pelaksanaan CSR oleh perusahaan, guna memastikan program yang dijalankan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain membahas sinkronisasi CSR, Rakor ini juga menyoroti pentingnya optimalisasi PAD sebagai salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah. Sekda menjelaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini masih terdampak oleh pemangkasan dana transfer dari pusat.

“Kondisi dana transfer sangat minim, hampir 50 persen mengalami pemotongan. Namun Alhamdulillah, melalui dana bagi hasil dan DAU, total anggaran kita masih berada di kisaran Rp3,1 triliun,” jelas H Shalahuddin.

Bupati juga menyampaikan sejumlah harapan dan arahan dari Gubernur Kalimantan Tengah hasil rapat di Palangka Raya beberapa waktu lalu, yang perlu menjadi perhatian dunia usaha di Barito Utara. Beberapa di antaranya yakni:

1. Perusahaan diharapkan membeli bahan bakar minyak melalui lembaga resmi di wilayah Kalimantan Tengah.
2. Memprioritaskan tenaga kerja lokal secara proporsional dan meningkatkan kompetensi masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
3. Menjalankan program CSR yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat.
4. Menggunakan kendaraan berpelat Kalteng agar pajaknya masuk ke daerah.
5. Menggunakan material dari tambang lokal yang berizin.
6. Membuka rekening dan melakukan transaksi di Bank Kalteng atau bank pemerintah lainnya.
7. Melaporkan dan membayar pajak alat berat serta pajak air permukaan yang digunakan dalam kegiatan operasional.

Baca Juga :  Perkuat Pemantauan Karhutla, Enam Desa di Teweh Tengah Dapat Bantuan Peralatan Pemadam

“Harapan kami, semua yang telah disepakati di tingkat provinsi bisa kita laksanakan bersama di Kabupaten Barito Utara. Pelaksanaan TJSLP harus menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas H Shalahuddin.

Rakor ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai perusahaan tambang, perkebunan, dan sektor perbankan yang beroperasi di Barito Utara. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap terwujudnya kolaborasi yang konkret antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan pendapatan asli daerah.(AP)

Berita Terkait

INI SUSUNAN 13 PEJABAT ADMINISTRATOR PEMKAB BARITO UTARA RESMI DILANTIK BUPATI 
Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!
Disbun Kalteng Sosialisasikan Pendataan Sawit Rakyat di Barito Timur
Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan
13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi
Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober
Dorong Pertumbuhan Investasi, Suhendra Apresiasi Bimtek Perizinan Berusaha di Barito Utara
Anggota DPRD Dukung Pendataan Aset Jalan yang Akurat di Barito Utara
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:28 WIB

INI SUSUNAN 13 PEJABAT ADMINISTRATOR PEMKAB BARITO UTARA RESMI DILANTIK BUPATI 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:59 WIB

13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober

Berita Terbaru