Bupati Shalahuddin: FTIK XII Kalteng Momentum Penting Perkuat Pelestarian Budaya Masyarakat Dayak Kaharingan

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMBUKAAN FTIK KE XII-Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) ke XII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah resmi dibuka dengan meriah di Arena Terbuka Tiara Batara, Senin malam (24/11/2025).

TEWENEWS, Muara Teweh – Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah resmi dibuka pada Senin malam (24/11/2025) di Arena Terbuka Tiara Batara, Muara Teweh.

Acara berlangsung meriah dan penuh khidmat, dihadiri Asisten II Setda Provinsi Kalimantan Tengah Herson B. Aden mewakili Gubernur Kalteng sekaligus membuka kegiatan tersebut, Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama RI I Gusti Made Sunartha, unsur Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota, kepala Kantor Wilayah Kemenag serta jajaran Kemenag Kabupaten/Kota, perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan, para kontingen, serta undangan lainnya.

Dalam laporannya, Bupati Barito Utara H Shalahuddin menyampaikan bahwa FTIK XII merupakan momentum penting untuk memperkuat pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat Dayak Kaharingan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Disdagrin dan DPUPR Barito Utara Pantau Progres Pembangunan Pasar Pendopo Muara Teweh

“Festival ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi sebuah komitmen bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Kaharingan sebagai warisan leluhur. Melalui kegiatan ini kita ingin memastikan nilai-nilai filosofi Kaharingan tetap hidup, relevan, dan dipahami oleh generasi muda,” ujar Shalahuddin.

Bupati melaporkan bahwa pelaksanaan FTIK XII tahun 2025 mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/454/2025 serta hasil rapat lembaga pengembang Tandak Intan Kaharingan se-Kalteng. Festival digelar mulai 23–26 November 2025 di beberapa lokasi di Muara Teweh, termasuk Arena Tiara Batara, Gedung Balai Antang, Aula Bapperida, Aula Tandak, dan Lapangan Pura.

Tercatat 14 kabupaten/kota se Kalimantan Tengah mengirimkan kontingennya dengan total peserta dan pendamping mencapai lebih dari 1.000 orang. Para peserta akan berlaga dalam 11 cabang lomba, mulai dari Kandayu, Matir Basarah, Vokal Grup, Karungut, hingga pembacaan Kitab Suci Panaturan dan tarian bernuansa Hindu Kaharingan.

Dewan juri berjumlah 28 orang yang berasal dari akademisi serta tokoh Kaharingan yang telah menyatakan ikrar netralitas dan profesionalitas.

Baca Juga :  Bupati Shalahuddin Instruksikan Dinas PUPR Barut Siagakan Alat Berat di Teweh Selatan,  Antisipasi Karhutla Meluas

“Kami berharap festival ini menjadi ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru, mempererat persatuan antarkontingen, sekaligus meningkatkan kebanggaan generasi muda terhadap seni dan adat Kaharingan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian dan pariwisata daerah,” lanjut Shalahuddin.

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan FTIK XII, termasuk masyarakat Muara Teweh yang menyediakan tempat tinggal bagi para kontingen selama kegiatan berlangsung.

“Semoga penyelenggaraan FTIK XII ini semakin memperkokoh jati diri budaya Kaharingan, meningkatkan kerukunan, dan menjadi semangat bersama untuk mewujudkan Kalimantan Tengah semakin berkah serta Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan,” tutup Shalahuddin dalam laporannya.

Pembukaan festival ditandai dengan penyalaan obor budaya dan penampilan seni tradisional Kaharingan yang memukau seluruh tamu undangan, menandai dimulainya rangkaian kegiatan budaya sakral dan prestisius bagi masyarakat Dayak Kaharingan di Kalimantan Tengah.(AP/Kmf)

Berita Terkait

INI SUSUNAN 13 PEJABAT ADMINISTRATOR PEMKAB BARITO UTARA RESMI DILANTIK BUPATI 
Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!
Disbun Kalteng Sosialisasikan Pendataan Sawit Rakyat di Barito Timur
Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan
13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi
Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober
Dorong Pertumbuhan Investasi, Suhendra Apresiasi Bimtek Perizinan Berusaha di Barito Utara
Anggota DPRD Dukung Pendataan Aset Jalan yang Akurat di Barito Utara
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:28 WIB

INI SUSUNAN 13 PEJABAT ADMINISTRATOR PEMKAB BARITO UTARA RESMI DILANTIK BUPATI 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:59 WIB

13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober

Berita Terbaru