TEWENEWS, Muara Teweh – Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) HATAPA kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan daya saing dan kepatuhan UMKM terhadap regulasi dengan menyelenggarakan Pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) pada Rabu (4/2/2026) di Muara Teweh dengan ini diikuti oleh 20 pelaku UMKM binaan dari sektor kuliner.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Koordinator LPB HATAPA, Aamirullah, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian dari strategi penguatan usaha UMKM.
Menurutnya, penerapan Sistem Jaminan Produk Halal tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.
Pelatihan ini menghadirkan Dr. Atin Supriatin, M.Pd sebagai instruktur utama. Dalam sesi materi, Dr. Atin memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep dasar halal, regulasi Jaminan Produk Halal, hingga tahapan teknis penerapan SJPH di tingkat UMKM.
Haidar Fajar Firmansyah selaku CSR Officer PAMA site SMMS mengatakan, dalam kegiatan ini,
peserta juga dibekali dengan pengetahuan praktis terkait identifikasi bahan baku halal, pengendalian proses produksi, dokumentasi halal, serta kesiapan menghadapi proses sertifikasi halal.
“Selain penyampaian materi, kegiatan pelatihan juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif dan studi kasus yang relevan dengan kondisi usaha peserta. Hal ini bertujuan agar UMKM tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya langsung dalam aktivitas produksi sehari-hari,” jelasnya, Kamis (5/2)
Para peserta menyambut baik pelatihan ini dan menilai materi yang disampaikan sangat aplikatif serta sesuai dengan kebutuhan UMKM saat ini.
Dengan adanya pendampingan dan pemahaman yang tepat mengenai Sistem Jaminan Produk Halal, para pelaku usaha diharapkan lebih siap dalam mengajukan sertifikasi halal dan menjaga konsistensi kehalalan produknya.
“Melalui kegiatan ini, LPB HATAPA menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan UMKM yang berdaya saing, patuh regulasi, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha. Ke depan, LPB HATAPA berkomitmen untuk terus menghadirkan program pelatihan dan pendampingan yang relevan guna mendukung peningkatan kualitas UMKM binaan,” pungkasnya. (Red)








