Bullying Sesama Pelajar SMP di Barito Timur Difasilitasi Damai

- Jurnalis

Jumat, 7 Februari 2025 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, BARITO TIMUR – Kasus Bullying atau perundungan yang dilakukan pelajar SMP di kabupaten Barito Timur berakhir dengan jalan damai setelah dilakukan mediasi antara kedua orang tua murid hingga melibatkan Pemerintah daerah yang dihadiri oleh Asisten I Setda Barito Timur, serta dari pihak Kepolisian, TNI, Kepala sekolah, Guru, Dinas Pendidikan dan Dinas Kominfo serta SatpolPP yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Barito Timur, Jumat (07/02/2025).

Sebelumnya insiden yang diduga melibatkan perundungan terjadi di Ruang Terbuka Hijau Nansarunai, di belakang GOR Badminton di Tamiang Layang beberapa hari lalu dan sempat viral di media sosial sebuah video pendek berdurasi kurang lebih 2 menit terlihat seorang pelajar yang mengenakan seragam SMP melakukan tindakan perundungan terhadap seorang perempuan yang juga mengenakan seragam serupa ditempat umum.

Hal itu pun diselesaikan dengan cara mediasi antara kedua belah pihak secara bermusyawarah dengan berita acara perjanjian damai yang dibubuhi tandatangan pihak orang tua dengan saksi dari pihak sekolah dan dinas pendidikan. Adapun berita acara tersebut disepakati bersama pada hari Jumat tanggal 7 Februari 2025, bertempat di
Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur,

Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama inisial (W) Pihak Pertama dan ,(R) Pihak Kedua selaku orang tua/wali menyatakan bahwa atas kejadian di RTH Tamiang Layang pada hari Rabu, tanggal 5 Februari 2025, sekitar pukul 13.30 WIB, Kedua belah pihak dengan iktikad baik dan bertanggung jawab
sepakat untuk :
1. bahwa saya PIHAK PERTAMA mengakui kesalahan yang telah dilakukan anak kami dan
meminta maaf kepada PIHAK KEDUA.
2. bahwa saya PIHAK KEDUA penerima permohonan maaf dari PIHAK PERTAMA dan tidak
akan memperpanjang masalah ini dalam bentuk apapun juga.
3. bahwa kami sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,
musyawarah untuk mufakat.
4. bahwa kami akan membina anak kami masing-masing untuk tidak mengulangi kembali
perbuatan yang bertentangan dengan peraturan sekolah maupun ketentuan hukum yang berlaku.
5. bahwa jika anak kami melanggar kesepakatan ini kami siap menerima sangsi dari pihak
sekolah maupun sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Gencarkan GEMPUR PASAR, Pemkab Barut Pastikan Pangan Aman dan Berkualitas saat Ramadhan

Demikianlah Berita Acara Perjanjian Damai ini kami buat dalam keadaan sadar tanpa pengaruh dari pihak manapun juga, dibuat dalam rangkap 2 (dua) masing-masing
bermaterai cukup, berkekuatan hukum yang sama untuk dipergunakan dengan
sebagaimana mestinya.

Menyikapi kasus tersebut, Asisten I Setda Bartim, Ari Panan P Lelu kepada awak media menjelaskan pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap siswa tersebut dan mengingatkan kepada semua pihak agar dapat terlibat mengontrol anak atau siswa yang sedang mengenyam pendidikan.

“Kedua belah pihak tetap mendapat pendampingan dari psikolog sampai mereka dapat menyelesaikan persoalan dengan baik. Selain itu kita dari pemerintah daerah mengingatkan kepada pihak sekolah, guru dan orang tua bisa menjaga atau memantau, baik dari DP3BK juga SatpolPP yang bertugas,” pinta Aripanan.

Baca Juga :  Evaluasi 100 Hari Kerja, H Shalahuddin: Momentum Perkuat Kinerja dan Percepatan Pembangunan

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur Sabai, S.Pd., M.M mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga hal-hal seperti bullying di satuan pendidikan tidak terjadi dengan melakukan sosialisasi di setiap kegiatan.

“Kita bersyukur bahwa hasil dan dari mediasi ini didapatkan bahwa kedua belah pihak orang tua dan siswa yang terkait sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan kasus ini ke tingkat lebih lanjut. Artinya kasus ini sudah selesai,” ungkap Sabai.

Pada kesempatan itu juga, Sabai menjelaskan bahwa sebelumnya sudah beberapa kali melaksanakan sosialisasi bahkan setiap ada rapat-rapat dengan guru dengan kepala sekolah menyampaikan berkaitan dengan tindakan pencegahan dan penanganan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

“Kami juga beberapa kali mengunjungi sekolah dan pada kesempatan itu juga menyampaikan hal yang sama kepada siswa, dan untuk kedepannya kami tentu ini menjadi perhatian kami juga untuk kiranya dapat lebih menyampaikan hal-hal mensosialisasikan lingkungan satuan pendidikan agar bullying atau perundungan ini tidak terjadi lagi di kabupaten Barito Timur,” pungkasnya. (Ahmad Fahrizali)

Berita Terkait

PT BCL Buka Puasa Bersama Insan Pers Bartim, Pererat Silaturahmi dan Komunikasi
Bupati Shalahuddin Buka Puasa Bersama Jamaah Masjid Arafah Kelurahan Lanjas
IWO Bartim dan UMKM SEGAH Berbagi Takjil Gratis Kepada Pengendara
Kemenag Bartim Ajak Umat Islam Jaga Persatuan Meski Berpotensi Ada Perbedaan Hari Raya
Cair 13 Maret 2026, Total THR ASN Barito Utara Capai Rp40,8 Miliar
Safari Ramadhan, Bupati Shalahuddin Resmikan Masjid Nurul Iman Desa Lemo I
Ampera AY Mebas Ingatkan Program Pembangunan Harus Sesuai Renja dan Skala Prioritas
Bupati Bartim Tekankan Prioritas Pembangunan pada Musrenbang RKPD 2027
Berita ini 283 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 03:05 WIB

PT BCL Buka Puasa Bersama Insan Pers Bartim, Pererat Silaturahmi dan Komunikasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:17 WIB

Bupati Shalahuddin Buka Puasa Bersama Jamaah Masjid Arafah Kelurahan Lanjas

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:14 WIB

IWO Bartim dan UMKM SEGAH Berbagi Takjil Gratis Kepada Pengendara

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:29 WIB

Kemenag Bartim Ajak Umat Islam Jaga Persatuan Meski Berpotensi Ada Perbedaan Hari Raya

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:21 WIB

Cair 13 Maret 2026, Total THR ASN Barito Utara Capai Rp40,8 Miliar

Berita Terbaru

BARITO TIMUR

IWO Bartim dan UMKM SEGAH Berbagi Takjil Gratis Kepada Pengendara

Kamis, 12 Mar 2026 - 17:14 WIB

BARITO UTARA

Cair 13 Maret 2026, Total THR ASN Barito Utara Capai Rp40,8 Miliar

Rabu, 11 Mar 2026 - 14:21 WIB