Kemenag Bartim Ajak Umat Islam Jaga Persatuan Meski Berpotensi Ada Perbedaan Hari Raya

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, Barito Timur – Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang tinggal menghitung hari, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur, H. Ahmadi, S.Ag., MAP mengajak umat Islam, khususnya di Kabupaten Barito Timur, untuk tetap menjaga persatuan dan saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penentuan hari raya.

Hal tersebut disampaikannya pada Kamis (12/03/2026). Ia menjelaskan bahwa kemungkinan perbedaan terjadi karena adanya perbedaan metode penetapan awal bulan Syawal.

“Muhammadiyah memulai puasanya satu hari lebih awal dibanding keputusan pemerintah, yaitu pada tanggal 18 Februari, sementara pemerintah menetapkan awal puasa pada 19 Februari. Jadi kemungkinan besar jika Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026, maka Muhammadiyah telah berpuasa selama 30 hari, sedangkan pemerintah 29 hari,” ujar Ahmadi.

Baca Juga :  Bayanto Gelar Reses di Raren Batuah, Infrastruktur dan Bantuan Petani Jadi Sorotan

Ia menjelaskan, pemerintah nantinya akan menunggu hasil Sidang Isbat untuk menentukan awal bulan Syawal. Dalam sidang tersebut akan dilihat apakah hilal atau bulan baru dapat terlihat atau tidak.

Menurutnya, apabila dalam Sidang Isbat hilal tidak terlihat karena faktor cuaca atau tidak ada saksi yang dapat memastikan melihat hilal di seluruh wilayah Indonesia, maka pemerintah akan menggenapkan bulan Ramadan menjadi 30 hari.

“Kalau pemerintah memutuskan Ramadan menjadi 30 hari, maka otomatis kemungkinan ada perbedaan hari raya dengan Muhammadiyah. Namun yang diharapkan sebenarnya, walaupun awal puasanya berbeda, mudah-mudahan hari rayanya bisa bersamaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Ampera AY Mebas Ingatkan Program Pembangunan Harus Sesuai Renja dan Skala Prioritas

Meski demikian, Ahmadi menegaskan bahwa perbedaan tersebut bukanlah persoalan besar, karena masyarakat pada umumnya sudah memahami bahwa perbedaan penentuan hari raya merupakan hal yang biasa terjadi.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap menjaga toleransi dan saling menghormati apabila nantinya terdapat perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri.

“Kita berharap masyarakat bisa saling menghormati dan menjaga toleransi. Jadikan perbedaan ini sebagai rahmat bagi umat, bukan sebagai alasan untuk saling memperdebatkan,” pungkasnya. (Ahmad Fahrizali)

Berita Terkait

Kasatintelkam Polres Bartim Pamit, Insan Pers Beri Apresiasi dan Doa
Pemilik Lahan di Betang Nalong Tegaskan Dukungan untuk Aktivitas Tambang CV SEGA di IUP HK
Langkah Tegas Satgas PKH di Bartim, Lahan Perusahaan Disita dan Disosialisasikan ke Warga
Dugaan Pencemaran Sungai Sirau, Legalitas Tambang di Barito Timur Dipertanyakan
Diduga Tambang Ilegal, CV SEGA Penuhi Undangan Klarifikasi Polres Barito Timur
Pemkab Barito Timur Fasilitasi Mediasi Sengketa Warga dengan Perusahaan Tambang
Pemkab Barito Timur Fasilitasi Kesepakatan Damai PT SGM dengan Warga
Selain Warga Jalan 45, Warga di Fredolin Ukur Juga Keluhkan PJU yang tidak Menyala
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 00:46 WIB

Kasatintelkam Polres Bartim Pamit, Insan Pers Beri Apresiasi dan Doa

Sabtu, 18 April 2026 - 18:22 WIB

Pemilik Lahan di Betang Nalong Tegaskan Dukungan untuk Aktivitas Tambang CV SEGA di IUP HK

Sabtu, 18 April 2026 - 13:52 WIB

Langkah Tegas Satgas PKH di Bartim, Lahan Perusahaan Disita dan Disosialisasikan ke Warga

Sabtu, 18 April 2026 - 09:44 WIB

Dugaan Pencemaran Sungai Sirau, Legalitas Tambang di Barito Timur Dipertanyakan

Jumat, 17 April 2026 - 07:45 WIB

Diduga Tambang Ilegal, CV SEGA Penuhi Undangan Klarifikasi Polres Barito Timur

Berita Terbaru

BARITO UTARA

96 Koperasi Merah Putih di Barito Utara Siap Bertransformasi Digital

Selasa, 21 Apr 2026 - 20:30 WIB