TEWENEWS, Muara Teweh – Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Hatapa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong UMKM naik kelas melalui kegiatan Pelatihan Pembukuan Sederhana yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, di Ruang VIP Pondok Stadion, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.
Kegiatan ini diikuti 17 pelaku UMKM binaan dari sektor kuliner dan pertanian sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas usaha, khususnya dalam aspek tata kelola keuangan.
Pelatihan menghadirkan Achmad Ridwan, Finance Officer PT Pamapersada Nusantara Site SMMS, sebagai pemateri utama dan didampingi langsung oleh Esti Lestari, CSR Officer PAMA Site SMMS.
Esti Lestari menegaskan bahwa pembukuan sederhana merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki pelaku UMKM agar usaha dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
“Pelatihan ini sangat penting karena pencatatan keuangan adalah salah satu bagian utama dalam penilaian kemandirian UMKM. Dengan pembukuan yang rapi, pelaku usaha dapat mengetahui kondisi usaha sebenarnya dan lebih siap untuk berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Achmad Ridwan dalam materinya menyampaikan bahwa laporan keuangan yang tertib juga menjadi syarat penting untuk memperluas akses UMKM terhadap pasar maupun pembiayaan.
“Pembukuan UMKM berfungsi untuk memantau arus kas, mengetahui laba-rugi usaha, memudahkan akses permodalan, serta mendukung kepatuhan pajak,” jelas Achmad.
Koordinator LPB Hatapa, Amirrullah, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen LPB dalam membina UMKM secara berkelanjutan agar semakin profesional dan siap bersaing.
“Pelatihan pembukuan sederhana ini menjadi langkah penting agar UMKM binaan tidak hanya kuat dari sisi produk, tetapi juga mampu mengelola keuangan dengan baik. Ini bagian dari komitmen LPB Hatapa untuk mendukung UMKM naik kelas,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM diharapkan mampu menerapkan pembukuan sederhana secara mandiri dalam aktivitas usaha sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola bisnis, serta membuka peluang akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas. (Red)








