TEWENEWS, Muara Teweh – Akses jalan menuju Kelurahan Tumpung 2, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara kembali menjadi sorotan. Awak media tewenews.com, yang melakukan penelusuran jalur lintas kabupaten menuju provinsi Kalimantan Tengah, dari Desa Lemo, Tumpung Laung, Palangka Raya, mengaku dihadang dan dilarang melintas oleh pihak security PT TRIOP.
Penelusuran dilakukan pada jalur Desa Lemo menuju jalan hauling batu bara PT SMM. Kondisi jalan di titik tersebut dinilai masih kurang maksimal karena penimbunan oleh PT MBLE masih dalam tahap pengerjaan.
Dari simpang KM 16, setelah melewati portal PT TOP, kondisi jalan sepanjang 21 KM terpantau cukup baik karena ada perawatan dari perusahaan. Di titik ini, awak media juga bertemu sejumlah truk PS dan truk trailer bermuatan berat.
Namun, permasalahan muncul saat memasuki area KM 42 bidang pertambangan batu bara PT TRIOP. Ketika hendak berbelok ke arah KM 0 PT TRIOP dan melewati simpang KM 26, tepatnya di jalan kuburan muslimin Kelurahan Tumpung 2 pada KM 39, rombongan diberhentikan oleh security PT TRIOP.
“Kami dipersilakan untuk tidak lewat jalan PT TRIOP. Kami diarahkan lewat jalan PT Daya Sakti menuju KM 2, baru belok kanan arah Desa Pepas,” ujar Roni Batur, perwakilan awak media.
Karena membawa mobil pick up yang mengangkut molen semen dan arko dengan muatan berat, pihak media kemudian meminta izin secara hormat untuk melintas melalui KM 31 simpang Golira, mengikuti jalan PT ALI yang bergerak di bidang perkebunan menuju Desa Pepas, melewati jempatan sungai patake kelurahan tumpung laing 2 dengan keadaan jempatan miring ke kiri mau roboh cukup membahayakan bagi roda 2 dan 4,di seputaran jempatan patakake terlihat exsavator sibuk menyusun viva2 berdiameter cukup besar buat bikin jempatan sugai patake,setelah itu awak media lanjut menuju Tumpung Laung 2 melalui jalan kuburan muslim bongkar matrial yang di bawa oleh pick af,
Sesampainya di KM 26 jalan PT TRIOP, sepanjang kurang lebih 7 KM jalan kuburan, ditemukan beberapa titik jalan longsor dan putus akibat tergerus air. Di titik terakhir, sekitar 200 meter dari jalan PT TRIOP, jalan terputus total.
Akibatnya, mobil pick up sempat amblas selama kurang lebih 1 jam karena jalan terlalu miring dan tanah lembek. Setelah usaha keras, kendaraan akhirnya berhasil keluar dari jalan yang putus dan berlumpur tersebut.
Dari KM 26 menuju KM 42 PT TRIOP simpang 4 lintas kabupaten ke provinsi, perjalanan kembali lancar dan tidak ada lagi pemberhentian oleh security PT TRIOP.
Menanggapi kejadian ini, awak media mempertanyakan kebijakan pelarangan akses jalan tersebut kepada pihak terkait. “Kepada Camat Montallat, silahkan apa pak lanjutkan pak…?” kata Roni Batur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT TRIOP maupun Pemerintah Kecamatan Montallat terkait status jalan dan kebijakan pelarangan akses yang dilakukan security perusahaan.
(Roni Batur)









