TEWENEWS, Barito Timur – Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Barito Timur terus melakukan peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah pedesaan. Salah satu upaya yang dilakukan pada tahun 2026 yakni penggantian jembatan ulin yang rusak di Desa Pianggu, Kecamatan Awang, menjadi konstruksi box culvert berbahan beton yang lebih permanen dan tahan lama.
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan dan rehabilitasi infrastruktur melalui anggaran Unit Penerimaan Rutin (UPR) Jembatan Tahun 2026 pada Bidang Bina Marga. Penggantian jembatan dilakukan guna memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga di desa tersebut.
Dengan menggunakan konstruksi beton permanen, pemerintah daerah berharap kebutuhan perbaikan berulang yang selama ini kerap terjadi pada jembatan kayu dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Kepala Dinas PUPR Perkim Barito Timur, Yumail J. Paladuk melalui Kepala Bidang Bina Marga, Hewuyanto mengatakan, pembangunan box culvert di Desa Pianggu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur sekaligus menekan biaya pemeliharaan di masa mendatang.
“Jembatan ulin yang sebelumnya mengalami kerusakan telah kami ganti dengan box culvert atau konstruksi beton permanen,” kata Hewuyanto, Jumat (12/6/2026), di Tamiang Layang.
Menurutnya, penggunaan konstruksi beton dinilai lebih efektif karena memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap beban lalu lintas maupun pengaruh cuaca dibandingkan konstruksi kayu.
“Ke depan tidak diperlukan lagi perbaikan berulang seperti pada konstruksi kayu karena daya tahan beton jauh lebih baik terhadap beban lalu lintas maupun pengaruh cuaca,” ujarnya.
Hewuyanto menambahkan, penggantian jembatan kayu menjadi konstruksi beton akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan dan kemampuan anggaran daerah.
“Penggantian jembatan kayu menjadi konstruksi beton akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan dan ketersediaan anggaran,” paparnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Barito Timur tetap melakukan pemeliharaan terhadap jembatan ulin yang masih berfungsi, terutama jembatan dengan bentang panjang yang belum memungkinkan untuk diganti dalam waktu dekat.
“Untuk jembatan ulin yang bentangnya panjang dan masih digunakan masyarakat, kami tetap melakukan pemeliharaan serta perbaikan agar tetap aman dilalui,” lanjutnya.
Ia menegaskan, keberadaan jembatan yang layak dan kokoh memiliki peran penting dalam menunjang konektivitas antarwilayah pedesaan. Selain menjadi penghubung antarpermukiman, infrastruktur jembatan juga menjadi jalur utama pengangkutan hasil perkebunan, pertanian, hingga kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Dengan terlaksananya penggantian jembatan di Desa Pianggu, pemerintah daerah berharap akses transportasi masyarakat menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien sehingga mampu mendukung peningkatan perekonomian warga setempat. (Ahmad Fahrizali)








