SURYA BAYA: PENGELOLA SPBU STOP MAIN BBM BERSUBSIDI! RAKYAT BARITO UTARA MENJERIT

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TEWENEWS, MUARA TEWEH – Rakyat Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah kembali menjerit. Harga BBM di tingkat eceran meroket jauh di atas Harga Eceran Tertinggi/HET.

Pantauan di lapangan, Pertalite dijual Rp18.000/liter dan Pertamax Rp20.000/liter oleh pengecer. Harga ini hampir 2x lipat dari HET resmi.

Menyikapi hal ini, Surya Baya, Tokoh Masyarakat Barito Utara, mendesak keras para Pengelola SPBU di Barito Utara untuk tidak “bermain” dan menimbun BBM bersubsidi.

“Yang kami rasakan hari ini adalah penindasan. Rakyat Barito Utara ini bukan orang kaya. Petani, nelayan, tukang ojek, supir angkut sawit. Mereka butuh Pertalite Rp10.000 untuk cari nafkah. Sekarang dipaksa beli Rp18.000. Mau makan apa anak istri mereka kalau tiap hari sudah habis di bensin?” tegas Surya Baya.

Baca Juga :  Warga Barito Utara Ternyata Didominasi Gen Z yang Capai 28,95 Persen dari Total Jumlah Penduduk 161.105 Jiwa

“Kami tidak bodoh. Kalau di SPBU Pertalite kosong terus, tapi di pengecer ada dan harganya 2x lipat, itu artinya ada permainan. Ada yang nyedot BBM subsidi dari pipa SPBU lalu dijual lagi ke pengecer. Ini sudah bukan kelangkaan. Ini kejahatan terstruktur,” lanjutnya.

Surya Baya juga menyorot tanggung jawab Pertamina dan Aparat Penegak Hukum.
“Pertamina itu BUMN. Pelayan rakyat. Jangan sampai citra Pertamina rusak karena ulah oknum pengelola SPBU di daerah. Kami minta Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan jangan tutup mata. Turun langsung. Sidak. Cek CCTV. Cek nota pembelian. Ketahuan 1 SPBU nakal, cabut izinnya. Jangan kasih ampun.”

Baca Juga :  Realisasi Fisik Pelaksanaan Program Dinas Perkimtan Barito Utara Capai 67,13 Persen

“UU Migas sudah jelas. Pasal 55 ancamannya 6 tahun penjara dan denda 60 Miliar. Masa tidak ada satupun yang ditangkap? Aparat kami minta jangan tebang pilih. Kalau rakyat kecil jual bensin eceran 2 jerigen ditangkap, masa SPBU yang nyedot ribuan liter dibiarkan? Tegakkan hukum seadil-adilnya,” ujarnya dengan nada geram.

Di akhir pernyataannya, Surya Baya menyerukan, ingat BBM subsidi itu uang rakyat. Itu uang dari pajak kami. Itu uang untuk orang miskin. Kalau dikorupsi, itu sama saja mencuri nasi dari mulut anak-anak Barito Utara. Kami menuntut keadilan.

“Berikan kami BBM sesuai HET. Hentikan mafia. Jangan uji kesabaran rakyat,”pungkasnya.(tim)

Berita Terkait

Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!
Disbun Kalteng Sosialisasikan Pendataan Sawit Rakyat di Barito Timur
Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan
13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi
Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober
Dorong Pertumbuhan Investasi, Suhendra Apresiasi Bimtek Perizinan Berusaha di Barito Utara
Anggota DPRD Dukung Pendataan Aset Jalan yang Akurat di Barito Utara
Dorong Percepatan Penurunan Kemiskinan, Anggota DPRD Hasrat Dukung Evaluasi BPKP
Berita ini 551 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati Soroti Karhutla: Jangan Tunggu Asap Pekat Baru Bertindak!

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Disbun Kalteng Sosialisasikan Pendataan Sawit Rakyat di Barito Timur

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Karhutla Bartim Tembus 796 Kejadian, Polres Perkuat Pemadaman dan Pencegahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:59 WIB

13 Pelanggar Perda di Muara Teweh Ditertibkan! Membandel Setelah 5 Bulan Disosialisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Bartim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 31 Oktober

Berita Terbaru