Jarak Pandang Terganggu Akibat Kabut Asap, Penerbangan ke Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh Dibatalkan

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENERBANGAN KE HMS DIBATALKAN AKIBAT KABUT ASAP-Kabut asap menyelimuti Bandara HM Sidiq sehingga mengganggu penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kamis (20/8/2026).

TEWENEWS, Muara Teweh – Penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kembali dibatalkan akibat kabut asap yang menyebabkan jarak pandang berada di bawah batas aman penerbangan.

Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah K, di Muara Teweh, Kamis (20/8/2026), mengatakan pembatalan penerbangan terjadi selama dua hari berturut-turut, yakni Rabu (19/8) dan Kamis (20/8).

Baca Juga :  DPC Partai Demokrat Barito Utara Gelar Kerja Bakti dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Desa Bintang Ninggi II

“Hari ini, hari kedua penerbangan yang membatalkan terbang ke Muara Teweh, akibat kabut asap kembali tebal,” kata Amrillah. Menurut dia, penerbangan yang dibatalkan adalah maskapai Wings Air dengan rute Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Muara Teweh.

Pembatalan dilakukan karena Bandara Haji Muhammad Sidik merupakan bandar udara visual yang membutuhkan jarak pandang sekitar 5.000 meter atau lebih. Sementara itu, jarak pandang pada Kamis pagi hingga siang hari hanya sekitar 1.000 meter akibat kabut asap.

“Karena tidak aman untuk penerbangan, maka rute tersebut hari ini dibatalkan,” ujarnya. Amrillah mengatakan sebagian penumpang memilih membatalkan perjalanan menggunakan pesawat dan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju kota tujuan masing-masing.

Baca Juga :  MTQH ke-53 Barito Utara Berjalan Lancar, Ketua Panitia: Berkat Dukungan Semua Pihak

Perjalanan menggunakan angkutan darat tersebut membutuhkan waktu relatif lama, yakni sekitar 9 hingga 13 jam. “Untuk jadwal penerbangan tetap ada setiap hari, namun tergantung dari visibility kabut asapnya. Semoga besok cuaca membaik,” katanya.

Selain melayani penerbangan setiap hari dari Muara Teweh menuju Banjarmasin dan sebaliknya, Bandara Haji Muhammad Sidik juga melayani penerbangan perintis menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menggunakan pesawat Susi Air.   (AP)

Berita Terkait

Bupati Yamin Tegaskan Kekerasan Perempuan dan Anak Bukan Persoalan Pribadi
Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemkab Bartim Gandeng TP-PKK Perkuat Edukasi Kader
Doa di Tengah Kepungan Asap: Bupati Yamin dan Warga Bartim Gelar Salat Istisqa
Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Barito Utara Tekankan Sinergi Pemerintah dan Perusahaan
Deteksi Dini TBC, Dinkes Barito Utara Lakukan Tracing Terintegrasi di Lapas Muara Teweh
300 Paket Sembako Dibagikan Bupati Shalahuddin kepada Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla
HJ. NETY HERAWATI KEMBALI NAKHODAI PD IPEMI BARITO UTARA PERIODE 2026-2031, DILANTIK LANGSUNG KETUA PW IPEMI KALTENG
Politisi Hanura Reni Sugiarti Sambut Positif Peresmian Resort Definitif GKE Tamiang Layang Timur
Berita ini 17 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:31 WIB

Bupati Yamin Tegaskan Kekerasan Perempuan dan Anak Bukan Persoalan Pribadi

Rabu, 9 September 2026 - 15:18 WIB

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemkab Bartim Gandeng TP-PKK Perkuat Edukasi Kader

Selasa, 8 September 2026 - 13:15 WIB

Doa di Tengah Kepungan Asap: Bupati Yamin dan Warga Bartim Gelar Salat Istisqa

Senin, 7 September 2026 - 16:55 WIB

Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Barito Utara Tekankan Sinergi Pemerintah dan Perusahaan

Senin, 7 September 2026 - 15:46 WIB

Deteksi Dini TBC, Dinkes Barito Utara Lakukan Tracing Terintegrasi di Lapas Muara Teweh

Berita Terbaru