Puluhan Guru Andalkan Tronton Batu Bara untuk ke Sekolah, DPRD Desak Pemerintah Perhatikan Akses Pendidikan

- Jurnalis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEWENEWS, BARITO TIMUR – Minimnya akses transportasi menuju wilayah pedalaman di Kabupaten Barito Timur (Bartim) membuat sejumlah guru di Desa Juru Banu dan Desa Telang Baru, Kecamatan Paju Epat, harus menempuh perjuangan berat demi mengajar anak-anak di daerah tersebut.

Puluhan guru terpaksa bergantung pada kendaraan tronton pengangkut batu bara milik PT Bangun Nusantara Jaya Makmur (BNJM) sebagai sarana transportasi menuju tempat tugas mereka. Kondisi ini pun mendapat sorotan dari anggota DPRD Barito Timur, Rafi Hidayatullah, S.H., yang mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki akses pendidikan di wilayah tersebut.

“Menanggapi keluhan para guru yang rela menumpang tronton milik PT BNJM demi mengajar anak-anak penerus bangsa, saya menyampaikan terima kasih kepada para sopir dan pihak perusahaan yang telah memberikan tumpangan,” ujar Rafi kepada awak media, Kamis (30/10/2025).

Menurut Rafi, perjuangan para guru tersebut menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugas mulia di tengah keterbatasan fasilitas dan infrastruktur. Ia menegaskan, akses jalan menuju desa tersebut sangat sulit dan berbahaya bila dilalui dengan kendaraan biasa.

Baca Juga :  Dukung Pelaksanaan UKW, Bupati Barito Utara: Pondasi Dasar Jaga Integritas dan Profesionalisme Pers

“Mereka rela berkorban demi mengabdi dan mendidik anak-anak di sana. Kondisi ini tidak bisa kita biarkan begitu saja. Pemerintah eksekutif harus mencari solusi terbaik agar para guru tidak lagi kesulitan menuju sekolah,” tegasnya.

Rafi juga menyoroti kondisi jalan hauling milik perusahaan yang kini menjadi satu-satunya akses menuju desa, serta minimnya fasilitas pendidikan yang berfungsi optimal. Ia mengungkapkan, saat berkunjung ke Desa Juru Banu, dirinya sempat melewati jalan hauling PT BNJM yang dianggap sebagai jalur paling dekat, namun tetap sulit dilalui.

“Di sana sebenarnya sudah ada perumahan guru, tapi entah apa kendalanya hingga banyak guru memilih pulang ke rumah masing-masing. Banyak pula bangunan pendidikan yang tidak difungsikan dengan baik,” katanya.

Selain itu, Rafi menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi jembatan kayu yang digunakan masyarakat maupun siswa di daerah tersebut. Jembatan itu disebut sudah rapuh dan membahayakan keselamatan warga.

Baca Juga :  Komisi XIII DPR RI Sidak Rutan Tamiang Layang, Soroti Dugaan Pelecehan dan Overkapasitas

“Jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses warga Juru Banu untuk beraktivitas, termasuk ke sekolah. Ini harus segera menjadi perhatian serius,” tegas politisi muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Rafi juga mengingatkan agar seluruh pihak, baik pemerintah eksekutif, dinas terkait, maupun pihak investor, lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

“Ini adalah suara rintihan masyarakat Paju Epat. Mari kita bersama-sama wujudkan pembangunan yang merata di Barito Timur agar benar-benar ‘Segah’,” pungkasnya.

Sebelumnya, Suharta, salah satu guru yang bertugas di wilayah tersebut, mengaku kesulitan akibat minimnya transportasi umum dan kondisi jalan yang rusak parah.

“Kami sangat berharap ada solusi dari pemerintah daerah atau perusahaan. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan sangat mengganggu aktivitas kami,” ungkap Suharta.

Ia menambahkan, para guru berharap PT BNJM dapat menyediakan bus khusus untuk guru, agar mereka bisa berangkat mengajar dengan aman dan nyaman tanpa harus menumpang tronton batu bara.

(Ahmad Fahrizali)

Berita Terkait

Pimpin Rapat, Bupati Pastikan Kesiapan Batara Expo dan Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara
Temuan Lubang di Makam Hebohkan Warga Desa Lebo, Polisi Turun Tangan
Bupati Barito Utara Resmi Buka Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan 2026
720 Peserta dari 9 Kecamatan Ikuti Festival Budaya IMBT Barito Utara 2026
Tinjau Sejumlah Infrastruktur, Bupati Pastikan Pembangunan Berjalan Optimal
Disiplin, Loyalitas dan Profesionalisme ASN Jadi Penekanan Bupati Saat Pimpin Apel Pagi di Dua Instansi
Reses di Melayu dan Lanjas, LPG 3 Kg hingga Sarana Posyandu Jadi Usulan Prioritas
Kunjungi UPT Pembibitan Ternak dan Hortikultura, Anggota DPRD Barut Dukung Peningkatan Sarana Prasarana Produksi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:18 WIB

Pimpin Rapat, Bupati Pastikan Kesiapan Batara Expo dan Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:32 WIB

Temuan Lubang di Makam Hebohkan Warga Desa Lebo, Polisi Turun Tangan

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:53 WIB

Bupati Barito Utara Resmi Buka Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:48 WIB

720 Peserta dari 9 Kecamatan Ikuti Festival Budaya IMBT Barito Utara 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:35 WIB

Tinjau Sejumlah Infrastruktur, Bupati Pastikan Pembangunan Berjalan Optimal

Berita Terbaru