
JAKARTA BARAT – Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, berintegritas, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan, Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki, S.H., M.P.M., yang diwakili Danramil 01/Taman Sari Mayor Inf Manatap Rajagukguk, S.E., S.H., M.H., M.M., memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara kepada mahasiswa baru Podomoro University. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Angkatan 2026 hari kedua, bertempat di Auditorium Podomoro University, APL Tower Podomoro City, Jalan Letjen S. Parman Kav. 28, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kamis, 3 Agustus 2026.
PKKMB Podomoro University Angkatan 2026 mengusung tema “Future Starts In Action”. Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun karakter sebagai generasi penerus bangsa yang tangguh, adaptif, dan solutif.
Dalam paparannya, Danramil 01/Taman Sari Mayor Inf Manatap Rajagukguk, S.E., S.H., M.H., M.M., menjelaskan definisi Bela Negara, bahwa Bela Negara merupakan sikap, perilaku, dan tindakan warga negara yang dilandasi kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta kesadaran berbangsa dan bernegara untuk menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.
“Bela Negara memiliki dasar hukum yang jelas, yaitu Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Selain itu, terdapat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara,” papar Danramil.
Lebih lanjut, Danramil menjelaskan terdapat 5 (lima) nilai dasar Bela Negara yang harus dimiliki oleh setiap warga negara, yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal Bela Negara.
“TNI AD terpanggil untuk mengajak seluruh komponen masyarakat agar tegak kokohnya NKRI. Kita harus menyadari bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan memiliki kekayaan sumber daya alam yang menjadi perhatian berbagai kepentingan. Tidak ada yang dapat menjaga NKRI selain kita sendiri,” tegasnya.
Ia juga mengajak para mahasiswa untuk senantiasa bersatu dan menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda memiliki kewajiban serta tanggung jawab untuk terus membangun dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” lanjut Mayor Inf Manatap Rajagukguk.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil juga menekankan pentingnya membentuk karakter pemimpin muda yang tangguh, adaptif, dan solutif.
“Pemimpin muda yang tangguh adalah pemimpin yang mampu mengelola stres dan tekanan secara efektif serta mempertahankan motivasi dan fokus ketika menghadapi berbagai tantangan. Pemimpin yang adaptif adalah pemimpin yang fleksibel dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan maupun tantangan. Sedangkan pemimpin yang solutif adalah pemimpin yang mampu menganalisis masalah, mengidentifikasi solusi, dan mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi berbagai persoalan,” jelasnya.
Di akhir paparannya, Danramil menegaskan bahwa nilai-nilai Bela Negara memiliki keterkaitan erat dengan pembentukan karakter kepemimpinan generasi muda.
“Dengan demikian, Bela Negara dapat membantu membentuk pemimpin muda yang lebih tangguh, adaptif, dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan serta mampu mencapai tujuan yang diharapkan,” tutupnya.
Kepada awak media, Danramil 01/Taman Sari Mayor Inf Manatap Rajagukguk, S.E., S.H., M.H., M.M., mengatakan bahwa mahasiswa merupakan calon pemimpin bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini.
“Mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Karena itu, sejak awal harus dibentuk karakter yang memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, berintegritas, dan mampu bekerja sama dengan siapa pun. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan solusi dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tegasnya.

Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman sekaligus motivasi kepada mahasiswa baru Podomoro University untuk terus mengembangkan potensi diri, membangun jejaring positif, serta mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan dunia pendidikan dalam membangun generasi muda yang unggul, cinta tanah air, berkarakter, memiliki semangat kebangsaan, serta siap menghadapi dinamika dan tantangan di masa depan.
(M.Solichin)
Penulis : M. Solichin
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pendim 0503/JB









