TEWENEWS, Muara Teweh – Di tengah gelombang protes pemadaman bergilir, muncul surat pernyataan mengejutkan. Manager PLN ULP Muara Teweh berjanji secara tertulis bahwa suplai listrik di Kabupaten Barito Utara akan “selalu stabil dan menyala” mulai hari ini.
Surat pernyataan bertanggal 28 Juli 2026 itu dibuat oleh Manager PLN UPL Muara Teweh, Pandu Andoka, isi Surat Pernyataan bermaterai Rp10.000 itu, Pandu Andoka menyatakan:
“Dengan ini menyatakan dan menjamin jika kedepannya sejak hari ini, suplay listrik di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah akan selalu stabil dan menyala sejak surat pernyataan ini dibuat.”
Ia mengaku mengambil keputusan tersebut karena adanya “Dukungan dan Support dari seluruh warga Barito Utara yang menginginkan suplai listrik dan krisis listrik tidak terjadi lagi di seluruh wilayah Kabupaten Barito Utara khususnya.”
Surat itu dibuat dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani serta tanpa paksaan dari pihak manapun. Surat tersebut disaksikan oleh 10 orang saksi dan telah ditandatangani.

Latar Belakang: Warga Geram Pemadaman 6-8 Jam
Surat ini muncul di tengah tekanan publik terhadap PLN ULP Muara Teweh. Sebelumnya, Pewarta Barito Utara resmi menyatakan akan menempuh jalur hukum karena pemadaman bergilir 6-8 jam setiap hari sejak 20 Juli 2026 tanpa pemberitahuan.
Dampaknya luas: UMKM rugi, bahan makanan busuk, siswa tidak bisa belajar, hingga kerja jurnalistik terhambat.
Publik Menanti Bukti di Lapangan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PT PLN ULP Muara Teweh terkait surat pernyataan tersebut.
Warga Barito Utara kini menanti: apakah surat pernyataan ini akan benar-benar mengakhiri krisis listrik, atau hanya jadi “janji di atas kertas”?
Pewarta Barito Utara sebelumnya juga menuntut 4 hal ke PLN: ganti rugi, kompensasi, pengumuman jadwal 3×24 jam, dan permintaan maaf terbuka.(Tim/Roni Batur)









