TEWENEWS, Muara Teweh – Ketua Dewan Pengurus Daerah DPD Pasukan Merah TBBR Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Edi.s.pd beraksi dengan kejadian ahir-ahir ini, ia menyoroti pemberitaan yang beredar dimedsos tentang permasalahan masyarakat dan pihak perusahaan dalam menangani sengketa lahan di Barito Utara selalu berakhir dengan penangkapan.
” Kami berharap kepada pihak terkait agar selalu mengedepankan musyawarah dan mufakat terkait sengketa lahan tersebut jangan sampai ada pihak yang dirugikan,” ungkapnya di Muara Teweh, Jumat (25/7/2025).
Kami selaku ormas dalam hal ini lanjut pimpinan DPD Pasukan Merah TBBR Barut, adalah benteng terahir Masyarakat Adat Dayak dan sebagai kontrol Sosial merasa perlu adanya pendekatan dari semua pihak agar kasus yang berkaitan dengan hak-hak masyarakat perlu ada pendampingan yang serius dari semua pihak.
” Kami yakin masyrakat dan ormas bukan anti impestor tapi harus ada keadilan bagi hak-hak masyarakat pemilik lahan,” ungkapnya.
Kami menginginkan semua pihak mengutamakan asas mufakat dan saling bertoleransi dengan mengedepankan mediasi yang serius agar semua masalah antara pihak perusahaan dan masyarakat bisa diselesaikan dengan baik tanpa ada intimidasi.
” Masalahnya saya pantau kalau masyarakat melaporkan pihak perusahaan penangananya terkesan lamban, tapi kalau perusahaan yang melaporkan sepertinya gercep sekali di proses, saya ingin semua berkeadilan untuk semua pihak,”tutup Edy.(Agustian)









