TEWENEWS, BARITO TIMUR – Momen Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei dimanfaatkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional Kabupaten Barito Timur (Bartim), Fedryck Resto, S.Pd, MM, untuk menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar lebih memperhatikan kesejahteraan buruh, baik di sektor industri maupun profesional, di tengah tekanan dunia usaha akibat dinamika geopolitik global.
Dalam keterangannya di Tamiang Layang, Jumat (1/5/2026), Fedryck menilai buruh merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, perlindungan terhadap hak-hak buruh serta peningkatan kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pemerintah.
“Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan buruh, termasuk buruh profesional yang juga terdampak oleh situasi ekonomi saat ini. Mereka adalah bagian penting dari roda perekonomian yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya kepada awak media.
Selain itu, ia juga mendorong pemerintah untuk memberikan kelonggaran kebijakan kepada pelaku usaha, mengingat kondisi global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, konflik geopolitik di berbagai belahan dunia telah memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi, termasuk di Indonesia.
“Kondisi dunia usaha saat ini tidak sedang baik-baik saja. Dampak dari geopolitik global yang penuh ketidakpastian sangat dirasakan oleh pelaku usaha. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih fleksibel dan adaptif,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa keseimbangan antara perlindungan buruh dan keberlangsungan dunia usaha harus menjadi fokus utama. Dengan demikian, ekonomi nasional diharapkan tetap stabil dan mampu menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD PAN Barito Timur itu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi konstruktif guna menjaga daya tahan ekonomi, sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah situasi yang dinamis.
(Ahmad Fahrizali)









