
JAKARTA BARAT — Kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta bersiap menjadi panggung spektakuler bagi pelestarian budaya Betawi. Sebanyak 100 pesilat dari 30 perguruan silat di Jakarta dijadwalkan tampil dalam Festival Silat Tradisi Betawi Tahun 2026 melalui pertunjukan silat kolosal bertajuk “Cahaya di Ujung Badai”.
Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi permohonan izin pelaksanaan festival yang digelar pada Senin, 10 Agustus 2026, di Ruang Rapat Unit Pengelola Kawasan Kota Tua (UPK Kota Tua), Jalan Kalibesar Timur, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Rapat dipimpin Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Provinsi DKI Jakarta, Denny Aputra, dan dihadiri oleh Babinsa Koramil 01/Taman Sari Sertu Aprianto, Polri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengelola museum, perhubungan, Satpol PP, Satgas Keamanan Kota Tua, komunitas Kota Tua, serta panitia penyelenggara.
Festival yang mengusung tema “Satu Saudara, Satu Perguruan” tersebut rencananya digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB, dengan pusat kegiatan di Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua Jakarta.
Tidak sekadar menjadi pertunjukan seni bela diri, festival ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan sekaligus panggung persatuan bagi berbagai perguruan silat. Sebanyak 100 pesilat dari 30 perguruan silat akan tampil dalam tari dan silat kolosal, dengan dukungan sekitar 200 pemain serta kru pendukung.
Pertunjukan “Cahaya di Ujung Badai” membawa pesan bahwa silat tidak hanya berbicara mengenai kemampuan bela diri. Di balik gerakan, jurus, dan ketangkasan para pesilat, terdapat nilai disiplin, keberanian, persaudaraan, serta semangat menjaga warisan budaya.
Tema “Satu Saudara, Satu Perguruan” menjadi simbol bahwa keberagaman perguruan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan.
Kawasan Kota Tua yang sarat sejarah pun dipilih sebagai panggung pertunjukan. Perpaduan antara bangunan bersejarah, budaya Betawi, seni tradisi, dan aksi kolosal para pesilat diharapkan menghadirkan pengalaman budaya yang kuat bagi masyarakat maupun wisatawan.
Dalam rapat koordinasi tersebut, berbagai aspek teknis dan pengamanan kegiatan turut dibahas guna memastikan pelaksanaan festival berjalan tertib, aman, dan kondusif.

Danramil 01/Taman Sari Mayor Inf Manatap Rajagukguk, S.E., M.H., M.M., melalui perwakilannya, turut hadir dalam koordinasi bersama unsur kepolisian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Dalam keterangannya, Mayor Inf Manatap Rajagukguk menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak agar kegiatan budaya berskala besar tersebut dapat berlangsung dengan aman sekaligus memberikan manfaat positif bagi masyarakat.
“Festival ini bukan hanya tentang menampilkan keindahan gerakan silat, tetapi juga bagaimana kita menjaga nilai persaudaraan, kebersamaan dan budaya yang menjadi identitas masyarakat. Karena itu, sinergi seluruh unsur sangat penting agar kegiatan dapat berlangsung aman, tertib dan memberikan kesan positif bagi masyarakat yang hadir,” ujar Mayor Inf Manatap Rajagukguk.
Sementara itu, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa berbagai perizinan, termasuk izin keramaian dan kebutuhan pendukung lainnya, telah diselesaikan. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Pariwisata.
Festival Silat Tradisi Betawi 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda pertunjukan, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan kembali kekayaan seni bela diri tradisional kepada generasi muda.
Ketika ratusan pesilat dari berbagai perguruan berdiri dalam satu panggung, pesan yang lahir bukan sekadar tentang jurus dan gerakan. Ada pesan yang jauh lebih besar: perbedaan perguruan tidak menghapus persaudaraan.
Dari Kota Tua, warisan masa lalu dipertemukan dengan semangat generasi masa kini.
“Cahaya di Ujung Badai” pun bukan sekadar judul pertunjukan—ia menjadi gambaran tentang harapan, persatuan dan semangat untuk terus menjaga budaya di tengah perubahan zaman.
Rapat koordinasi berakhir pada pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Seluruh unsur terkait selanjutnya akan melakukan koordinasi lanjutan guna memastikan pelaksanaan Festival Silat Tradisi Betawi Tahun 2026 berjalan sesuai rencana.
(M.Solichin)









